Politik

SBY: "Itu Kesalahan Sejumlah Kader"

"Korupsi atau dugaan korupsi bukan garis kebijakan partai."

Minggu, 5 Februari 2012, 17:22 WIB
Bayu Galih, Suryanta Bakti Susila
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY (Antara/ Yudhi Mahatma)

VIVAnews - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono langsung turun tangan menanggapi kisruh korupsi yang melibatkan sejumlah kader partainya. Dari kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, SBY mengakui ada kesalahan yang dilakukan kadernya.

"Setelah delapan bulan diramaikan media massa, harus dikatakan ini adalah kesalahan sejumlah kader. Itu inti masalahnya," kata SBY, Minggu, 5 Februari 2011.

SBY pun kemudian mengatakan, kasus korupsi yang melibatkan kadernya bukan kebijakan partai. Sejumlah kader yang terlibat korupsi dinilai SBY melanggar kebijakan partai.

"Korupsi atau dugaan korupsi bukan garis kebijakan partai," ucap SBY.

SBY pun memahami kalau sejumlah dugaan korupsi yang melibatkan partainya mengakibatkan menurunnya popularitas Partai Demokrat. "Itu fakta, realitas yang dihadapi Partai Demokrat."



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
alterakunsinyo
06/02/2012
PARTAI KORUP
Balas   • Laporkan
pras57
06/02/2012
dalam hal ini partai yg paling bersalah karena merekrut kader2 yg tidak sesuai dgn garis besar partai. jika merekrut kader saja tidak becus masih layakkah dipilih untuk memerintah negara ?
Balas   • Laporkan
iron maiden
06/02/2012
itu kesalahan sejumlah kader termasuk pendiri,itu salah esbeye sendiri yg gemar akan bermegah2 dan bermewah2 spt saat mengawinkan ibas, maka kader2 bermental kere ikut2an pengen kaya spy bisa meniru esbeye
Balas   • Laporkan
wisnu2306
06/02/2012
Bukan salah kader,tapi salah waktu menerima kader,hanya mikir menang saja,tapi tidak pikir keorganisasian didalamnya. Jujur,selama ini Golkar yang paling bagus pengkaderannya (hanya pengkaderan lho ya)
Balas   • Laporkan
ricoplendgo
05/02/2012
HAhahahahaa...., Hidup Golkar, wkwkwkwkwk...
Balas   • Laporkan
mimemute
05/02/2012
coba sby ngikutin kennedy loyality to my party end begitu jadi presiden menjadi loyality to my country... sby ngikutin siapa ya... pemimpin negara ngurus partai ora elok kate orang jerman... jadi turun kelas... gak ada her.
Balas   • Laporkan
doni_istyanto | 06/02/2012 | Laporkan
udah aku protes sampai Mahkamah Konstitusi supaya didengar ama Presiden RI, tapi gak mau nurut ya jadinya kualat
mickymouse
05/02/2012
SEMUA PARTAI SAMA AJA. TERIAK2 ANTI KORUPSI,BEGITU UDAH NAIK.... SAMA AJA. SEMUANYA TUKANG KORUPSI,CUMA TINGGAL DILIHAT PARTAI MANA YANG LEBIH BANYAK BEKERJA BUAT RAKYAT DAN NEGARA INI. SEMUA YANG PASTI KORUPTOR,KECUALI Mr CLEAN YG TETAP SEDERHANA.
Balas   • Laporkan
bunggun
05/02/2012
Termasuk putranya, bagaimana dengan Sdr. Yusril, kekayaan anda tidak cukup untuk bayar perkawinan putra anda ?!
Balas   • Laporkan
bunggun | 05/02/2012 | Laporkan
Seperti Andi Nurpati, siapakah gerangan dia ini, persis sma juga Anas !!!!
tong_nyaho
05/02/2012
SBY presiden RI apa presiden DARTAI DEMOKRAT
Balas   • Laporkan
kakak_bagus
05/02/2012
sby < anda saya pilih jd presiden,tetepi anda tdk bisa membina kader anda?bukankah anda dketua dewan pembina? anggota itu tdk salah tp protap n pembinaan p.demokrat yg kurang baik! jd abdi negara tdk takut mati! dan jgn mengamankan diri sendiri. terkutuk
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ