VIVAnews - Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat,Ruhut Sitompul, mengklaim apa yang disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo, Bambang Yudhoyono, soal Anas Urbaningrum sama seperti yang telah dia sampaikan ke publik.
Bagi Ruhut, Ketua Umum Partai Demokrat itu seharusnya bersikap berani menghadapi kasus suap Wisma Atlet yang telah menjerat dua pengurusnya, Angelina Sondakh dan Muhammad Nazaruddin.
"Pernyataan Pak SBY serupa dengan yang saya katakan, jangan tiarap. Harus ngomong, hadapi, dan jangan diam," kata Ruhut di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 6 Pebruari 2012.
Ruhut menilai jika Anas diam atau bersikap pasif maka Partai Demokrat akan mendapat imbas negatif. Dampak langsungnya adalah turunnya elektabilitas Demokrat di mata rakyat. "Kalau tidak nyatanya rating turun kan. Sekarang jadi 13 persen. Ini berbahaya," terangnya.
Ruhut mencatat delapan bulan sudah Anas bersikap diam. Dan yang dia takutkan adalah sanksi sosial dari masyarakat. "Diam itu berarti iya. Dan rakyat akhirnya meninggalkan kita, turunlah rating ini. Sanksi sosial ini bukan 2-3 tahun. Maaf saja, ini bisa sampai kita tutup buku," ujarnya. (ren)
diamnya sdg belajar mnjwb dari org2 yg sdh trjerembab ke Sel.MOBIL ini pinjaman,RUMAH ini warisan kakeknya,TANAH itu hny sewa kelola,PENJARA itu....ckck terlalu dekat dg halaman rumah??
ini memang penjilat sejati.Semut di seberang lautan nampak tapi gajah di pelupuk mata gak keliatan. Semakin banyak kau berkoar, semakin pula kelahatan belang awak. Anak bini yg sah aja . gak loe anggap. dasar penjilat.
Poltak bagusan kamu diam aja. Jangan menari diatas penderitaan orang lain. Awalnya kamu mengatakan tdk ada politik uang di kongres pemilihan ketua umum partai demokrat.
Si poltak kemaruk kekuasaan, ngincar kursi ketua umum trus nyalonin presiden nantinya. Pinter bener nyari muka, ngak kenal lawan sama kawan semuanya ditikam biar kelihatan dia yang paling benar.