Politik

Ruhut: Hadapi Kasus, Anas Kalah dengan Akbar

"Saya bangga dengan Bung Akbar," kata Ruhut Sitompul menyebut nama Akbar Tandjung.

Senin, 6 Februari 2012, 13:02 WIB
Arfi Bambani Amri, Syahrul Ansyari
Megawati (PDIP), Tjahjo Kumolo, Anas Urbaningrum (Demokrat) dan Akbar Tandjung (Antara/ Farras)

VIVAnews - Isu perpecahan Partai Demokrat masih saja bergulir. Meskipun Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono telah menyampaikan sikapnya, namun itu belum cukup meredakan 'ketegangan' internal partai tersebut.

Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul bahkan membanding-bandingkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dengan mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung. Menurut Ruhut, dalam kasus serupa, Akbar lebih baik dari Anas.

"Saya dulu di Golkar hal seperti ini pernah terjadi menjelang pemilu," kata Ruhut. "Saya bangga dengan Bung Akbar. Saya tiap hari terbang dari Sabang ke Papua, tidak hanya ke Golkar tapi kami ke pesantren, tokoh-tokoh masyarakat, menunjukkan 'inilah Golkar'," kata Ruhut di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 6 Pebruari 2012.

Menurut Ruhut, Anas harus menghadapi kasus yang menghadang dirinya dan Partai Demokrat saat ini dengan berani. Tidak boleh bersikap diam ataupun pasif. "Hadapi ini semua," katanya.

Lantas apakah kekisruhan yang terjadi di Demokrat, menjadi alasan Ruhut  kembali ke 'Partai Beringin' itu?

"Aku kalau ngomong tidak pernah plintat-plintut, jangankan Golkar menginginkan aku kembali, haha, banyak partai lain. Memang orang seperti Ruhut itu mengundang, bahkan ada satu pimpinan partai oposisi, aku ingin kalian ada yang seperti Ruhut," katanya. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
5203133112710114
12/02/2012
biasanya kalau omongan ngaur cocok jadi pelawak bukan jadi anggota dewan.
Balas   • Laporkan
pras57
08/02/2012
sewaktu kuning berkuasa dikau bergabung, ketika biru yg berkuasa anda loncat dari kuning ke biru. begitu biru ada masalah udah siap ancang2 loncat ke warna lainnya. benar2 jago loncat nih orang.
Balas   • Laporkan
gunawan.gugun1
07/02/2012
waktu jaman orde baru...tidak terlalu byk konflik, makin berdemokrasi makin menguntung pihak memperkaya diri..apa hukum negara akan hancur siapa yg menciptakan,...
Balas   • Laporkan
ajofsepaliha
07/02/2012
ruhut sito(otak)-tumpul kok didengarin! emang PARAH nih abang 1 ini
Balas   • Laporkan
nesa_gan
07/02/2012
Bicara soal Golkar, ditubuh golkar kan juga sedang ada perpecahan. Sampai2 Akbar Tanjung Berencana mencalonkan diri pula sebagai Capres. wow terjadi gesekan juga dalam tubuh golkar
Balas   • Laporkan
lasmaida.pardede
06/02/2012
Awaasss....bahaya laten Sipoltak suka mengobok-obok partai.
Balas   • Laporkan
yifdani
06/02/2012
tutup mulut busukmu bung, negara sedang butuh solusi bukan sandiwara murahanmu!
Balas   • Laporkan
mahadewa
06/02/2012
BUKA AJA KE YOUTUBE di salah satu seminar RUHUT SITOMPUL diadu mulut dengan peserta, tapi poltak ini malahan cabut dari seminar..
Balas   • Laporkan
komisitiga
06/02/2012
Gue paling Demen.kalo denger sipitak itu ngomongin founding Father. Cara menjilat Founding fathernya seperti itu.Mujiin Pak beye selangit.gak taunya Pak beye liat kelakuan si itu sudah mules.gak pernah ada sopan santun.maluin Pak bey
Balas   • Laporkan
mimemute
06/02/2012
jadi pengen liat si ruhut berakhir di mana inget semua ya thn 2011 s/d 2014 dst... bisa pensiun elegan gak kaya' bang akbar tanjung
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ