VIVAnews - Isu perpecahan Partai Demokrat masih saja bergulir. Meskipun Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono telah menyampaikan sikapnya, namun itu belum cukup meredakan 'ketegangan' internal partai tersebut.
Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul bahkan membanding-bandingkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dengan mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung. Menurut Ruhut, dalam kasus serupa, Akbar lebih baik dari Anas.
"Saya dulu di Golkar hal seperti ini pernah terjadi menjelang pemilu," kata Ruhut. "Saya bangga dengan Bung Akbar. Saya tiap hari terbang dari Sabang ke Papua, tidak hanya ke Golkar tapi kami ke pesantren, tokoh-tokoh masyarakat, menunjukkan 'inilah Golkar'," kata Ruhut di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 6 Pebruari 2012.
Menurut Ruhut, Anas harus menghadapi kasus yang menghadang dirinya dan Partai Demokrat saat ini dengan berani. Tidak boleh bersikap diam ataupun pasif. "Hadapi ini semua," katanya.
Lantas apakah kekisruhan yang terjadi di Demokrat, menjadi alasan Ruhut kembali ke 'Partai Beringin' itu?
"Aku kalau ngomong tidak pernah plintat-plintut, jangankan Golkar menginginkan aku kembali, haha, banyak partai lain. Memang orang seperti Ruhut itu mengundang, bahkan ada satu pimpinan partai oposisi, aku ingin kalian ada yang seperti Ruhut," katanya. (umi)
sewaktu kuning berkuasa dikau bergabung, ketika biru yg berkuasa anda loncat dari kuning ke biru. begitu biru ada masalah udah siap ancang2 loncat ke warna lainnya. benar2 jago loncat nih orang.
waktu jaman orde baru...tidak terlalu byk konflik, makin berdemokrasi makin menguntung pihak memperkaya diri..apa hukum negara akan hancur siapa yg menciptakan,...
Bicara soal Golkar, ditubuh golkar kan juga sedang ada perpecahan. Sampai2 Akbar Tanjung Berencana mencalonkan diri pula sebagai Capres. wow terjadi gesekan juga dalam tubuh golkar
Gue paling Demen.kalo denger sipitak itu ngomongin founding Father. Cara menjilat Founding fathernya seperti itu.Mujiin Pak beye selangit.gak taunya Pak beye liat kelakuan si itu sudah mules.gak pernah ada sopan santun.maluin Pak bey