VIVAnews - Pemilu Legislatif dan Presiden 2014 tinggal dua tahun lagi. Maka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Dewan Pers dan jajaran media massa untuk mewaspadai politik uang jelang pemilu.
"Presiden SBY mencemaskan persoalan money politics yang marak belakangan ini," kata Ketua Dewan Pers, Bagir Manan, usai bertemu Presiden SBY di Jakarta, Senin 6 Februari 2012.
Menurut Bagir, SBY berharap media massa sebaiknya perlu memperhatikan isu besar dalam dua tahun mendatang itu. "Bahkan, beliau mengingatkan agar pers perlu mulai diskusi soal pemilu," kata Bagir, yang juga mantan Ketua Mahkamah Agung ini.
Secara umum, kata Bagir, Presiden SBY menyampaikan komitmennya tentang kemerdekaan pers. Meski era kemerdekaan pers saat ini memiliki banyak efek, tetapi itu dinilai lebih baik daripada tidak ada kemerdekaan pers.
Dalam pertemuan ini, sejumlah Paniti Hari Pers Nasional bertemu dengan Presiden SBY. Mereka yang hadir antara lain, Ketua Serikat Perusahaan Pers Dahlan Iskan, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, Ketua Umum Hari Pers Nasional Margiono, Ketua Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia Rohmad Hadiwijoyo, tokoh pers Tarman Azzam dan Bambang Harymurti.
Sementara, Presiden SBY didampingi Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalhi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring.
Gubernur Jambi Hasan Basri mengatakan bahwa Jambi menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2012. Dalam acara nanti, selain mengunjungi puncak peringatan hari pers, Presiden akan mengunjungi panen ikan patin dan bertemu masyarakat Jambi.
"Acara peringatan hari pers yang sudah mulai tanggal 5 Februari 2012 itu sudah disusun dengan baik," kata Hasan Basri. (ren)
MARILAH KITA SEMUA TDK SUUDZON DULU PADA SIAPAPON JUGA,SBY SELALU BILANG JANGAN MENUDUH JANG MENDOLIMI SIAPAPON JUGA MK BUKTIKANLAH SBY BIAR BANGSA INI LEBIH BESAR.
Rakyat butuh uang, pemilih kalau dikasih uang siapa sih yang nolak, asal uangnya dibayar dimuka, jadi waktu pemilihan tetep bisa pakai hati nurani dan jujur. halalkan saja politik uang, selama pemberian uang dimuka, dan menguntungkan pemilih
Ach Pak Beye seneng bercanda, Kan sudah ancang ancang untuk Bagi uang ke rakyat miskin dg uang dari APBN dan Kenaikan harga BBM. Mengapa mesti malu mengakuinya.?Kalo gue sih.biar diberi duit miskin juga gue gak bakalan milih partai yg pembohong&Koruptor
politik uang memang harus dihilangkan di pemilu 2014...ini sudah merupakan tradisi yg kuno dan tdk pantas lagi ada di negara demokrasi seperti Indonesia..
Apa sudah siap politikus2 yg bertarung nanti mengandalkan kompetensinya dan gak pake uang. Masalahnya banyak politikus yg gak percaya diri dan motifnya mencari kekayaan bukan mengemban amanah.......