Politik

SBY Khawatir Politik Uang Jelang Pemilu 2014

Media massa sebaiknya perlu memperhatikan isu besar dalam dua tahun mendatang itu

Senin, 6 Februari 2012, 13:29 WIB
Ismoko Widjaya, Suryanta Bakti Susila
SBY di Cikeas (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Pemilu Legislatif dan Presiden 2014 tinggal dua tahun lagi. Maka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Dewan Pers dan jajaran media massa untuk mewaspadai politik uang jelang pemilu.

"Presiden SBY mencemaskan persoalan money politics yang marak belakangan ini," kata Ketua Dewan Pers, Bagir Manan, usai bertemu Presiden SBY di Jakarta, Senin 6 Februari 2012.

Menurut Bagir, SBY berharap media massa sebaiknya perlu memperhatikan isu besar dalam dua tahun mendatang itu. "Bahkan, beliau mengingatkan agar pers perlu mulai diskusi soal pemilu," kata Bagir, yang juga mantan Ketua Mahkamah Agung ini.

Secara umum, kata Bagir, Presiden SBY menyampaikan komitmennya tentang kemerdekaan pers. Meski era kemerdekaan pers saat ini memiliki banyak efek, tetapi itu dinilai lebih baik daripada tidak ada kemerdekaan pers.

Dalam pertemuan ini, sejumlah Paniti Hari Pers Nasional bertemu dengan Presiden SBY. Mereka yang hadir antara lain, Ketua Serikat Perusahaan Pers Dahlan Iskan, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, Ketua Umum Hari Pers Nasional Margiono, Ketua Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia Rohmad Hadiwijoyo, tokoh pers Tarman Azzam dan Bambang Harymurti.

Sementara, Presiden SBY didampingi Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalhi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring.

Gubernur Jambi Hasan Basri mengatakan bahwa Jambi menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2012. Dalam acara nanti, selain mengunjungi puncak peringatan hari pers, Presiden akan mengunjungi panen ikan patin dan bertemu masyarakat Jambi.

"Acara peringatan hari pers yang sudah mulai tanggal 5 Februari 2012 itu sudah disusun dengan baik," kata Hasan Basri. (ren)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
malca
07/02/2012
MARILAH KITA SEMUA TDK SUUDZON DULU PADA SIAPAPON JUGA,SBY SELALU BILANG JANGAN MENUDUH JANG MENDOLIMI SIAPAPON JUGA MK BUKTIKANLAH SBY BIAR BANGSA INI LEBIH BESAR.
Balas   • Laporkan
nesa_gan
07/02/2012
Rakyat butuh uang, pemilih kalau dikasih uang siapa sih yang nolak, asal uangnya dibayar dimuka, jadi waktu pemilihan tetep bisa pakai hati nurani dan jujur. halalkan saja politik uang, selama pemberian uang dimuka, dan menguntungkan pemilih
Balas   • Laporkan
komisitiga
06/02/2012
Ach Pak Beye seneng bercanda, Kan sudah ancang ancang untuk Bagi uang ke rakyat miskin dg uang dari APBN dan Kenaikan harga BBM. Mengapa mesti malu mengakuinya.?Kalo gue sih.biar diberi duit miskin juga gue gak bakalan milih partai yg pembohong&Koruptor
Balas   • Laporkan
mariono
06/02/2012
politik uang memang harus dihilangkan di pemilu 2014...ini sudah merupakan tradisi yg kuno dan tdk pantas lagi ada di negara demokrasi seperti Indonesia..
Balas   • Laporkan
setiyo_mdr
06/02/2012
Apa sudah siap politikus2 yg bertarung nanti mengandalkan kompetensinya dan gak pake uang. Masalahnya banyak politikus yg gak percaya diri dan motifnya mencari kekayaan bukan mengemban amanah.......
Balas   • Laporkan
mhn maaf, saya mengingatkan diri saya..........
Balas   • Laporkan
werewolf
06/02/2012
EEE.. LIAT. PAK BEYE NGOMONG SOAL ATI2 POLITIK UANG...????? AJIB..!!!
Balas   • Laporkan
armanwicak
06/02/2012
Susah kalau uang yang berbicara, penyumbang suara atau pemilih tidak lagi menggunakan pertimbangan objektif, melainkan karena motifasi uang.
Balas   • Laporkan
mons.sulai
06/02/2012
jangan khawatirkan yg belm terjadi bos,,sikapi aja dlu yg sekrang sedang terjadi,,terutama menimpa partai bos sendiri..
Balas   • Laporkan
bambang_bh70
06/02/2012
Partai anda ada politik uang gak pak
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ