Politik

Soal Anas, Internal Demokrat Terpecah

Menurut Saan Mustofa, ada suara di Demokrat yang ingin Anas Urbaningrum lengser.

Senin, 6 Februari 2012, 16:43 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Syahrul Ansyari
Ketua Umum Partai demokrat Anas Urbaningrum dan Edhie Baskoro Yudhoyono (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Wakil Sekjen Partai Demokrat Saan Mustofa mengakui ada perpecahan di internal partainya menyikapi isu pelengseran Anas Urbaningrum dari kursi Ketua Umum Demokrat.

Saat ditemui di Gedung DPR, Senin 6 Februari 2012, Saan mengakui sebagian pihak di internal Partai Demokrat menghendaki penonaktifan Anas. Namun demikian, dia menegaskan itu hanyalah suara individu yang sama sekali tidak mewakili partai. "Secara institusi tidak ada yang meminta agar ketum nonaktif," ujarnya.

Menurutnya, perbedaan pandang itu bukan hal yang aneh. "Tidak bisa dipungkiri, itu adalah bagian sebuah proses dinamika di partai," imbuh Sekretaris Fraksi Demokrat di DPR itu.

Saan menjelaskan ketidaksinergisan internal partainya diakui oleh SBY. Demokrat sedang ada persoalan, masalah, dilanda keprihatinan, mendapatkan ujian dan cobaan. Persoalan itulah, lanjutnya, yang disikapi secara berbeda oleh masing-masing kader.

"Bagaimana perbedaan itu konstruktif tidak destruktif. Karena untuk kebaikan partai apapun pandangan itu harus dikemukakan," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono telah bertemu dengan sejumlah pendiri dan deklarator Partai Demokrat di Puri Cikeas untuk membahas sejumlah kasus korupsi yang melibatkan kader Partai Demokrat.

"(Mereka) sampaikan hal-hal penting yang saya respon dengan baik. Menyatakan prihatin atas ulah atau perilaku sejumlah kader," kata SBY, Minggu, 5 Februari 2012.

Menurut SBY, keterlibatan kader Partai Demokrat dalam kasus korupsi  melenceng dari garis kebijakan partai. Karena itu, para pendiri dan deklarator pun meminta SBY turun tangan mengatasi permasalahan ini.

"Pendiri dan deklarator merasa terpanggil. Mereka sarankan agar saya turun tangan untuk benar-benar benahi Partai Demokrat ke depan," ujar SBY.

Dengan demikian, para deklarator dan pendiri Demokrat berharap sejumlah kader yang sempat terpengaruh dengan kasus korupsi ini kembali bangkit setelah SBY turun tangan secara langsung.

"Turun tangan untuk atasi kemelut, dan diharapkan kader akan ada pembersihan, termasuk di Fraksi Partai Demokrat, bisa dijalankan," ucap SBY. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
komisitiga
07/02/2012
Jawaban insyaallah"ya & Tidak". Menurut saya sich Kasusnya ANAS CS. jangan cepat cepat diselesaikan. Tunggu sekitar 1.5 Taon lagi baru Vonis. Biar DEMOKRAT habis ditinggali Pemilihnya. Karena pimpinannya banyak yg tidak amanah.tidak sopan&Jujur.Koruptor.
Balas   • Laporkan
nesa_gan
07/02/2012
Internal pecah merupakan suatu ujian bagi yang memimpin, kalau tidak bisa membuat internal harmonis, bagaimana membuat seluruh nusantara bersatu padu. Kalau mau mencalonkan diri jd Capres atau Cawapres, tambah dulu pengalaman dan jam terbang di pemerinthn
Balas   • Laporkan
sigit.
06/02/2012
siapa ya yang akan diseret oleh cak anas....????
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ