Politik

DPR: Lupakan Leopard dan Pesawat Intai Israel

Sebaiknya pakai produksi dalam negeri. "Misalnya pesawat tanpa awak buatan IPTN."

Selasa, 7 Februari 2012, 12:40 WIB
Elin Yunita Kristanti, Nila Chrisna Yulika
Pesawat mata-mata Israel, Eitan (cnn.com)

VIVAnews - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) belum juga memberi restu bagi pemerintah dan TNI untuk membeli tank Leopard bekas dari Negeri Belanda.

"Komisi I kan memberikan pandangan bahwa Leopard itu tidak sesuai dengan kondisi geografis Indonesia," kata Anggota Komisi I DPR RI  Ahmad Muzani, Selasa 7 Februari 2012.

Jenis Leopard, dia menambahkan, kurang cocok dengan Indonesia. "Kalau pertimbangan ini diabaikan ya silakan saja karena semua tergantung pada pengguna, dalam hal ini Mabes TNI," tambah politisi Gerindra itu.

Selain Leopard, dia menambahkan, Komisi I juga keberatan dengan rencana pembelian pesawat tanpa awak dari Filipina. "Saya heran. kenapa Filipina? Teknologi kita jauh lebih di atas. Saya curigai itu bukan buatan Filipina," kata dia.

Apalagi, beredar kabar, pesawat itu sejatinya buatan Israel. "Kalau itu buatan Israel lebih mencurigakan lagi karena kita belum punya hubungan diplomatis."

Meskipun Indonesia membeli pesawat tersebut dari Filipina namun buatan Israel, tetap saja Indonesia akan membeli suku cadang kepada Israel -- yang masih banyak melakukan pelanggaran HAM.

DPR menyarankan, pemerintah dan TNI untuk menggunakan produk dalam negeri. Sekaligus mendorong kemajuan industri pertahanan. "Misalnya pesawat tanpa awak buatan IPTN. Kapan lagi kalau bukan sekarang," kata dia.

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, menyatakan bahwa parlemen Belanda secara resmi telah menyatakan penolakan rencana pembelian tank Leopard dari Indonesia.

"Pemerintah kita juga mestinya memahaminya, di samping itu juga tank tersebut sudah tak efisien dan berbiaya tinggi," ujar Tjahjo di DPR RI, Jakarta, Selasa 7 Februari 2012. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
hahahhaa....ngimpiiii........apbn aja jebol...mau beli ini itu.... mau aman ikuti suara rakyat........pasti ridhlo Alloh akan turun untuk negeri ini
Balas   • Laporkan
adhie5
06/03/2012
LUPAKAN ALUTSISTA TP SUBURKAN PERUT DPR BIAR KAYAK TANK
Balas   • Laporkan
nd-8
08/02/2012
peremajaan alutista mmg sdh mjd kharusan sgt mndesak aplg Indo sdh sgt tertinggal tech militernya, Indonesia lbh baik buat sndiri dg spesifikasi sgt tgi shg bs setara dg Leopard, sy ykin produksi massal bea nya akn lbh murah spt pembuatan MBT slm ini..
Balas   • Laporkan
aidi.masbudi
08/02/2012
buat sendri aja,,,, Indonesia bisa!!!! buat apa beli pesawat dri Israel Keparat (bangsa Penjajah). Wahai para penguasa,,, Jangan disalah gunakan Uang rakyat,,,, IPTN msih bisa produksi pesawat gituan
Balas   • Laporkan
frogman
07/02/2012
Kenapa DPR menolak?gampang aja,p'belian pake sistem g2g,jadi dpr cuma dapet ta!nya doank,u/komentator yg ga s7,b'arti anda2 ini b'sedia negara kita diinjak2 oleh bgs lain karena sistem p'tahanan kita yg lemah,jgn campur adukan ekonomi rakyat dg hrg diri.
Balas   • Laporkan
varduxx
07/02/2012
pilih TOILET saja ada paket setahun!
Balas   • Laporkan
wija
07/02/2012
kt hrs brpikir proporsional, saat negara kt diobok-obok malaysia kt smua triak2, nah saat TNI brniat mremajakan alutista agr tdk diremehkan negara lain smstinya kt mndukung, dgn catatn bhw apa yg mau dibeli bnr2 dibutuhkn, efisien, berjangka panjang dan d
Balas   • Laporkan
angotboy
07/02/2012
Setuju Bikin Sendiri, ayo PINDAD ayo IPTN kalian bisa....masalah masih ada kekurangan tinggal di sempurnakan. Mulai dari sekarang. Jangan mau di bohongi broker alat perang
Balas   • Laporkan
080492
07/02/2012
lbih baik uangx di pkai utk kbtuhan msyarakat bnyak , dripda bli pesawat ga di pkai jga jdi besi bsuk nntinya.
Balas   • Laporkan
komentator88
07/02/2012
mulut DPR memang benar benar kotor kalo berbicara............kalian sendiri gak sadar?? bangun banggar buat rapt sampai miliyaran????...pakai bilang segala "ngapain pesan keluar negeri"....kursi duduk di banggar itu memangnya bukan buatan luar????
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ