Politik

Golkar: Penyederhanaan Partai Harus Dilakukan

Oleh karena itu Golkar bersikukuh memperjuangkan ambang parlemen 5 persen dalam UU Pemilu.

Kamis, 9 Februari 2012, 16:10 WIB
Anggi Kusumadewi
Golkar ingin menyederhanakan sistem kepartaian lewat penetapan ambang parlemen 5 persen. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews – Partai Golkar berpendapat penyederhanaan sistem kepartaian mutlak perlu dilakukan untuk memperkuat sistem presidensial, menyelenggarakan pemerintah yang efektif dan produktif, dan menciptakan stabilitas politik.

Pemikiran itu muncul dari kritik Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie atas sistem pemerintahan dan ketatanegaraan Indonesia yang menganut sistem presidensial, namun pada praktiknya kental diwarnai aroma parlementarianisme.

“Padahal secara konseptual maupun praktik politik, keduanya tidak kompatibel,” kata Ical di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012.

Oleh karena itu, lanjutnya, penyederhanaan sistem kepartaian secara alamiah harus dimulai dengan penetapan ambang parlemen sebesar 5 persen seperti yang saat ini diperjuangkan Fraksi Golkar dalam pembahasan revisi UU Pemilu.

Bila penyederhanaan partai dapat terwujud, kata Ical, maka ada harapan atas pemerintahan yang kuat, tegas, bersih, berwibawa, bertanggung jawab, dan transparan.

“Hanya dengan pemerintahan seperti itulah Indonesia dapat mewujudkan seluruh potensinya untuk menjadi bangsa yang besar, damai, sejahtera, dan bermartabat,” kata dia.

Laporan: M. Arief Hidayat, umi



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
komisitiga
11/02/2012
poliTIKUS memang Biang masalah.terutama yg mengabaikan nasib Rakyat banyak pd kasus LAPINDO. Jangan Pilih yg beginian Jadi Presiden.Negara bisa di jual ke pihak asing demi memuaskan syahwat kekayaan pribadi. Rakyat sudah Muak melihat BADUT politik.
Balas   • Laporkan
dadas
09/02/2012
Sebaiknya penyerderhanaan partai dilakukan secepatnya,agar anggota DPR tidak lagi saling melemparkan kesalahan kepada orang lain
Balas   • Laporkan
Ya, sudah seharusnya partai itu disederhadanakan, Dua atau maksimal tiga aja. biar ndak ribet. Toh kenyataan banyak apartai bukannya ngurusin rakyat malah tukaran terus - terusan. Koropsi merajalela. Nasib rakyat semakin diterlantarkan.
Balas   • Laporkan
pras57
09/02/2012
banyak partai membuat biaya penyelenggaraan pemilu semakin boros & rakyat jadi bingung dalam memilih partai. ambang parlemen mending dibuat 10% saja biar partai gurem gak bisa sembarangan ikut pemilu.
Balas   • Laporkan
cla10xboy
09/02/2012
Sebenarnya idealisme partai hanya 2 saat ini yaitu Nasionalis dan Agamis..ya bagusnya 2 partai saja..
Balas   • Laporkan
indr4
09/02/2012
selama semua orang berlomba2 jadi pejabat tidak akan mungkin penyederhanaan partai....ntar kalah bersaing langsung aja dech buat partai baru......
Balas   • Laporkan
donigunn
09/02/2012
bener juga siihh, kalau banyak kan nanti bakal banyak kepentingan, kalau disederhanakan mudah2an bisa satu tujuan:)
Balas   • Laporkan
predictible
09/02/2012
Memangnya sistem kepartaian yang baru, apa bisa menjamin kesejahteraan rakyat?? atau hanya akan diakusisi salah satu Partai saja? Mendongkrak kepentingan Partai itulah kenyataan yang sebenarnya.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ