Politik
Politik Uang di Kongres Demokrat

Diana Siap Tunjukkan Uang Pemberian Anas

"Kalau saya tunjukkan ke DPP, ya nggak mau. Karena DPP kan dipegang Anas."

Jum'at, 10 Februari 2012, 10:07 WIB
Aries Setiawan
Diana Maringka mengaku menerima uang dan Blackberry dari tim sukses Anas Urbaningrum (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Diana Maringka siap menunjukkan uang dan Blackberry pemberian tim sukses Anas Urbaningrum.

Namun bukan kepada pengurus DPP Partai Demokrat maupun Komite Pengawas Partai. Melainkan ke Komisi Pengawas Partai Demokrat atau Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Kalau saya tunjukkan ke DPP, ya nggak mau. Karena DPP kan dipegang Anas," ujar Diana kepada VIVAnews, Jumat 10 Februari 2012.

Sampai saat ini dia mengaku belum mendapatkan teguran atau panggilan dari Komisi Pengawas Demokrat. Tapi jika dipanggil, dia siap menjelaskan dan memberikan bukti tersebut.

Karena dia khawatir, uang yang diberikan kepadanya itu berasal dari dana pembangunan Wisma Atlet.

"Belum ada (panggilan). Tapi saya akan menunggu. Saya siap kembalikan. Kalau sampai akhir bulan ini tidak ada, saya akan bawa ke KPK," ucapnya.

Ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat TB Silalahi menyatakan telah menegur Diana Maringka karena melanggar prosedur internal Demokrat dengan mengadukan soal penerimaan uang dalam Kongres Demokrat ke pihak luar.

"Prosedurnya harusnya dia tidak teriak-teriak kepada pers. Kirim saja pengaduan kepada Dewan Kehormatan atau Komisi Pengawas untuk diverifikasi," kata TB Silalahi saat dihubungi VIVAnews, Jumat 10 Februari 2012.

Menurutnya, langkah Diana yang memilih mengadukan persoalan internal partai kepada media telah merusak citra partai.

"Kami akan periksa kesaksian Diana, termasuk barang bukti apa yang akan dia ajukan," kata T.B. Silalahi.

Ia menekankan, Komisi Pengawas Demokrat tidak akan tinggal diam melihat persoalan apapun di tubuh partai. "Kami tanggap. Kalau Diana tidak puas, bisa dilakukan langkah lanjutan," imbuhnya.

Sebelumnya Diana menceritakan, dirinya dan 11 pengurus cabang Demokrat di Sulawesi Utara mendapatkan uang dari tim sukses Anas saat Kongres Demokrat tahun 2010 lalu di Bandung. Menurutnya, mereka dikumpulkan di hotel dan dipanggil satu per satu untuk menerima uang tersebut.

"Pemberiannya bertahap. Pertama saya diberi Rp30 juta. Lalu yang kedua US$2.000. Pemberian ketiga diberikan pada hari pemilihan, US$5.000," ujar Diana.

Ia menambahkan, uang itu tidak hanya diterima oleh pengurus Demokrat Sulut, tapi juga peserta Kongres Demokrat dari daerah lain. Namun Diana mengaku tak tahu pasti berapa jumlahnya.

Selain diberi uang dalam bentuk Rupiah dan Dollar, Diana juga mengaku diberi BlackBerry Gemini oleh tim sukses Anas. Pemberian telepon selular itu diberikan menjelang kongres. "Semua peserta dapat Blackberry dari tim Anas," ucapnya. (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
wisnu2306
13/02/2012
Kalau Diana lapor ke Badan Pengawas,yah jelas masyarakat gak akan tahu-lah. TB Silalahi kok begini yak,udah tahu salah,masih dibela,gak takut Tuhan ya boss,apa Tuhan bisa lu beli pake uang demokrat ?
Balas   • Laporkan
trav
12/02/2012
Menjelang 2014 pembusukan lawan politik demokrat ok juga nih.... Pembunuhan karakter bukan saja pada kandidat potensial tetapi sekaligus mesin politik yang membesarkannya.. Salut buat ICAL!!!
Balas   • Laporkan
brodlandt
11/02/2012
sy dukung bu diana.. dulu kan ibu diana gak tahu kalau uang wisma atlit yg di pk di kongres.... tp karna ibu dgr2 uang haram itu, jd ibu pingin kembalikan.. dasar si AU busuk ngak mau ngaku... pak TB silalahi jg mau bela2 yg busuk itu.
Balas   • Laporkan
malca
11/02/2012
marilah kita saling menghargai orang lain,jangan hanya menyalahkan orang lain tp berkaryalah dengan baik.bila salah jadikan pengalan yg baik perbaiki kesalahan dng perbuatan yg benar.marilah kita berkarya demi bangsa ini.
Balas   • Laporkan
taufiqqx
11/02/2012
lebih baik segera tobat.....dari pada nanti kedahuluan mati.......ayoo siapa menyusul, mumpung pintu taubat msh terbuka.....
Balas   • Laporkan
d.pepeycuy
10/02/2012
itulah manusia demi jabatan aj sampe menghabiskan uang 66 milyar hanya bwt menjabat ketua umum demokrat...weleh...weleh...
Balas   • Laporkan
dark_justice911 | 11/02/2012 | Laporkan
Lho mang, cb hitung kan untungnya lbh dr itu !? Gmn Anas bs punya rumah mewah, mobil mewah dan hidup mewah...wah...wah...kalo kgk bgt ?????
tai_katak
10/02/2012
Psti uang anas dh dignkn olh ybs. Atau mariana krng puas krna nilainya danggap kcil, dn mngkn ada yg lbh bsar. Trbkti sdh klo smpai pmpnan tkt bwah smua brmral korup.
Balas   • Laporkan
dark_justice911 | 11/02/2012 | Laporkan
Tidak semua manusia amoral kyk Anas gt, kan ada msh bnyk yg takut bersalah dan ingin kembali kejalan-Nya...wajarlah manusia tdk luput dr kekhilafan...
reny200572
10/02/2012
gitu aja kok ribut sih bu...waktu pemilu hampir smua partai scr ga lgsg kan iming2in rakyat..bagi2 kaos..bagi2 sembako ..bagi2 uang..apa bedanya?lain soal klo anda bisa buktikan klo smua uang itu hasil korup yg mo dicuci..bisa buktikan tdk?
Balas   • Laporkan
reny200572 | 10/02/2012 | Laporkan
ini giliran uda geger baru nimbrung..baru teriak..kmaren sibuk BBM an?klo anda clean,dr awal anda tolak..dr awal anda beberkan..bkn mo cuci tangan bgini...ini mah namanya cuci tangan pake sabun yg di ekspor dr luar
komisitiga
10/02/2012
saya masih yakin dg Pak TB.tapi kalo pak TB memberikan sangsi kepada Diana maringka untuk menutupi Busuknya ANAS.Maka pak TB gak lebih dari pada pemadam kebakarannya partai DEMOKRAT. Pak TB perlu Proaktif untuk membersihkan Koruptor.Bukan melindunginya
Balas   • Laporkan
pustaka99
10/02/2012
wajar kalau dalam pemilihan ketua partai ada politik uang, yang tidak wajar itu uangnya hasil korupsi!!! saya setuju dengan kepemimpinan suharto dulu dari pada sekarang banyak demo dimana2 politisinya banyak bicara.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ