VIVAnews - M Nasir, anggota Komisi III DPR yang membidangi hukum akhirnya angkat bicara soal pertemuan dirinya dengan sang adik, M Nazaruddin, terdakwa kasus suap wisma atlet yang juga mantan Bendahara Umum Partai Demokrat. Pertemuan yang dimaksud adalah kunjungan besuk tengah malam antara Nasir dan Nazar di Rutan Cipinang.
Apa alasan Nasir membesuk Nazaruddin di tengah malam? "Itu kan kewajiban saya di Komisi III," kata M Nasir yang juga politisi Demokrat, sesaat sebelum mengikuti rombongan Komisi III DPR berangkat ke Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Menurut Nasir, kunjungan tengah malam itu merupakan hal yang wajar dan biasa dilakukan. Nasir mengaku pertemuan itu dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi III DPR.
"Itu biasa. Kunjungan Komisi III itu kan biasa. Itu kewajiban kami," kata Nasir yang mengenakan jaket cokelat ini. "Saya mau mengunjungi saudara saja."
Anggota Komisi III DPR memang memiliki kartu khusus untuk berkunjung kapan saja ke dalam rutan. Tapi penggunaan kartu khusus itu harus sesuai aturan, yakni menjalankan fungsi DPR sebagai pengawasan.
Seperti diketahui, pertemuan antara Nasir dan Nazar jelang tengah malam di dalam Rutan Cipinang, Jakarta Pusat itu dipergoki Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana.
"Saat kami masuk ke ruang tertutup di sana ada Nazaruddin, Djufri Taufik, Arif Rahman, M Nasir, dan beberapa orang lain. Pertemuan itu sekitar jam 11 malam. Ini adalah pertemuan di luar aturan," kata Denny di Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012. (umi)