VIVAnews - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menyayangkan ketidakhadiran Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan Jaksa Agung Basrief Arief, dalam diskusi hukum 'Mewujudkan Tata Kelola Pemerintah Daerah yang Bebas Korupsi untuk Kesejahteraan Rakyat' yang diselenggarakan oleh PDIP Perjuangan di Hotel Sultan, Jakarta, pagi ini.
Sebelumnya empat orang pimpinan lembaga negara yakni Ketua KPK Abraham Samad, Jaksa Agung Basrief Arief, Kapolri Timur Pradopo, dan Ketua BPK Hadi Purnomo dijadwalkan menjadi narasumber.
Dengan ketidakhadiran kedua pimpinan lembaga negara tersebut, Mega mengaku deg-degan era orde baru akan terulang lagi. Padahal, keduanya sangat kompeten sekali dalam masalah ini.
"Sebetulnya kenapa ya, aneh kan ya. Padahal yang milih juga kami lho. Jangan lupa lho, Pak," ujar Mega dengan nada menyindir.
Mega mengatakan dirinya selalu bersemangat sekali menjelang fit and proper test untuk memilih ketua lembaga negara. Mega selalu mengingatkan kadernya bahwa tidak ada alasan untuk voting dalam memilih pejabat dengan embel-embel RI di belakangnya.
"Mana bisa Republik Indonesia divoting-voting. Melalui suara saya nun jauh di sana, mudah-mudahan kedua beliau ini bisa mengerti PDI Perjuangan bukan lawan, PDI Perjuangan juga warga bangsa Indonesia," tegasnya.
Mega mengatakan, tentu secara mekanisme pengelolaan tata pemerintahan, sah-sah saja jika PDI Perjuangan tidak berada di lingkungan pemerintahan itu.
"Kami pikir aneh juga ya. Saya jadi deg-degannya kenapa, jangan sampai yang dua lagi akan mundur tidak akan hadir dan hanya akan mengirim wakilnya," pungkasnya.
Kapolri, Timur Pradopo tidak bisa menghadiri diskusi pagi ini karena sedang mendampingi Presiden SBY ke Jambi. Sedangkan Jaksa Agung, Basrief Arief tidak hadir dengan alasan harus menjemput Presiden SBY di Halim pukul 14.00 WIB. Timur digantikan oleh Kabareskrim Sutarman, dan Basrief digantikan oleh Jampidsus. (umi)
bu ntar 17 agustus upacara di istana hadir ya..ibu absen mulu? giliran ibu ngundang yg lain berhalangan..malah protes? dulu waktu jadi presiden ibu banyak diam membisu sekarang teriak2..ini kami generasi cerdas yg bebas menilai ibu
Org ini gak ngaca pada kelakuan dirinya sendiri, diundang dengan hormat dan resmi oleh pemerintah untuk menghadiri upacara hari kemerdekaan, gak pernah kelihatan batang pantatnya..sekarang urusan kecil mengeluh.. kegedean badan jadi otaknya bebel.
MARILAH KITA BERPIKIR POSITIP JAGAN ADA YG MERASA BENAR DAN JANGAN ADA YG MERASA BERSIH,SERTA JANGAN ADA YG MERASA PINTER.MARI BERPIKIR POSITIP.INGAT MASA DEPAN ADA DI TANGAN KITA SEMUA.AMIN
mereka kan disetir,mana berani mereka datang bu,kalo datang ya pulangnya langsung diberhentikan dr jabatannya,titip salam buat NASARUDIN,ANGGI,bentar lg buat BOS BESAR PA ANAS.sabar dulu ya pa,tenang aja tar juga kebagian salam dr saya
ibu mengundang ato ngajak paksa? terserah yang diundang dong, mo hadir ato ngga. lagian alasannya kan jelas tugas negara. kalo alasannya karena mo ke kondangan tetangga baru sakit hati. aneh memang... memang aneh... untung saya ga pilih ibu waktu dulu.
mr.musril
| 11/02/2012
|
Laporkan
betul banget "Sebetulnya kenapa ya, aneh kan ya. Padahal yang milih juga kami lho. Jangan lupa lho, Pak," ujar Mega dengan nada menyindir.