Politik

Pengurus Demokrat Daerah Sesalkan Sikap Diana

"Mengapa kongres sudah lewat dua tahun, baru bicara soal itu."

Jum'at, 10 Februari 2012, 15:21 WIB
Aries Setiawan, Bobby Andalan (Bali)
Diana Maringka mengaku menerima uang dan Blackberry dari tim sukses Anas Urbaningrum (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Bali menyesalkan langkah mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Diana Maringka yang akan membeberkan dugaan politik uang dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung 2010.

"Mengapa kongres sudah lewat dua tahun, baru bicara soal itu," kata Sekretaris DPD Partai Demokrat Bali, Ida Bagus Komang Astawa Merta saat berbincang dengan VIVAnews, Jumat 10 Februari 2012.

Astawa mengaku tak tahu ke mana suara Bali diarahkan saat kongres yang memenangkan Anas Urbaningrum itu. Sebabnya, saat itu yang memiliki hak suara hanya ketua DPD-DPD saja.

Apalagi, lanjutnya, saat itu ketua DPD Demokrat Bali masih dijabat oleh I Gusti Bagus Alit Putra. "Jadi kami tidak tahu Bali menerima uang seperti itu atau tidak," ungkap Astawa.

Dia menuturkan, gonjang-ganjing Partai Demokrat di pusat tak mempengaruhi keharmonisan kader di Bali. Kader di Bali, Astawa melanjutkan, masih tetap solid menjalankan agenda partai. "Kami tak ikut panas seperti di pusat," imbuh Astawa.

Diana mengaku diberikan uang oleh tim sukses Anas dalam beberapa tahap. Pertama, dia diberikan Rp30 juta. Lalu pemberian kedua sebesar US$2000, dan pemberian ketiga pada hari pemilihan sebesar US$5000. Selain uang, dia juga diberikan Blackberry Gemini sebelum kongres berlangsung.

Bahkan menurutnya, bukan cuma dia yang diberikan. Sebanyak 11 pengurus cabang di Sulawesi Utara juga mendapatkan uang dari tim sukses Anas. Dia tahu, karena saat pemberian uang dikumpulkan di hotel dan dipanggil satu persatu.

Bukan hanya pengurus di Sulawesi Utara yang menerima dana segar itu. Diana mengatakan, peserta kongres dari daerah lain juga mendapatkan sejumlah uang. Namun berapa jumlahnya, dia tidak mengetahui pasti.  (umi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
wisnu2306
13/02/2012
Kalau dulu Diana berkoar2,pasti gak ada yang dengar,Diana kan juga pintar dan cari momen yang tepat buat membongkar masalah ini. Terlepas siapa yang ada dibelakangnya,Diana harus berani bongkar dengan ajak Ktua DPC lainnya buat menguatkan argumentasinya
Balas   • Laporkan
bejokumat
12/02/2012
pengurusnya sih solid, tapi ga ada yg rakyat yg milih.. percumah lah..bubar jalan!
Balas   • Laporkan
trav
12/02/2012
wah... Diana Maringka kok kayak begini yah? Nih orang hati-hati nih sama dia.. Dosen kok gak punya etika kayak gini. Ibu dosen kemana ajah kemaren-kemaren? Dibayar berapa bu buat teriak-teriak?
Balas   • Laporkan
fan_fan
11/02/2012
Namanya Bangkai klo di simpen lama2 pasti kecium juga baunya,,,dasar politisi tidak berpengalaman,,,gak bisa bermain cantik,,,tuh kan jadi ketahuan deh,,,, hancur sudah demokrat,,,,,
Balas   • Laporkan
laahh..org mo jujur, malah dsalahkan pula..... nih bukti ' mlindungi kebobrokan' .....
Balas   • Laporkan
iron maiden
11/02/2012
demokrat = aaaaasssuuuuuuuuuuuuu
Balas   • Laporkan
taufiqqx
11/02/2012
sayang yah....kok nggak dulu2 diutarakan....apa mmg tunggu timing yg pas....atau ini saudaranya a s.......
Balas   • Laporkan
dark_justice911 | 11/02/2012 | Laporkan
Dari dulu udah dilaporkan mulai dr ketua DPP s/d Ketua Pembina, namun kalah sama "Fulus" ! Makanya sejak 2005 PD sdh "dimiliki" Joni Allen Marbun dan kwn2.
sigit.
10/02/2012
mana santun dan bersihnya....????
Balas   • Laporkan
d.pepeycuy
10/02/2012
demokrat mang dah bobrok...parah...parah tuh partai...malu2in negara tuh aprtai...rakyat paling kecewa ma partai demokrat...
Balas   • Laporkan
komisitiga
10/02/2012
biar aja diana ungkapin korupsi di demokrat.biar terang benderang dan kena barang itu.ANUS JADI KETUA KARENA MONEY POLITIK YG DISAMARKAN MENJADI PENGGANTI UANG TRANSPORT PESERTA, DASAR SI ANUS BUSUK GAK BERMORAL/ PAKE UANG KORUPSI UNTUK MENANG JADI KETUM
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ