Politik

Diana: DPC Kota Bitung Terima Uang dari Anas

Saat dikonfirmasi, Ketua DPC Kota Bitung, Hanny Ruru membantah pernyataan Diana.

Jum'at, 10 Februari 2012, 15:48 WIB
Aries Setiawan, Roger Wenas (Sulawesi Utara)
Diana Maringka mengaku menerima uang dan Blackberry dari tim sukses Anas Urbaningrum (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Minahasa Tenggara, Diana Maringka kembali membuat pernyataan.

Dia mengaku menerima uang dari tim sukses Anas Urbaningrum setelah diberitahukan oleh mantan Ketua DPC Tomohon, Marthen Manopo yang kini menjabat Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat (DPD PD) Sulawesi Utara.

"Awalnya dari Pak Manopo. Kata Pak Manopo kepada saya waktu itu, Diana sekarang giliran kamu, ambil saja," ujar Diana kepada VIVAnews, Jumat 10 Februari 2012.

Menurutnya, pengurus cabang Demokrat di Sulawesi Utara yang mendapatkan uang dari tim sukses Anas saat Kongres Demokrat di Bandung tahun 2010, dikumpulkan di hotel dan dipanggil satu per satu untuk menerima uang tersebut.

"Pemberiannya bertahap. Pertama saya diberi Rp30 juta. Lalu yang kedua US$2000. Pemberian ketiga diberikan pada hari pemilihan, US$5000," ujar Diana.

Diana mengatakan, salah satu DPC yang mendapatkan uang dari tim sukses Anas adalah Ketua DPC Kota Bitung, Hanny Ruru. "Kota Bitung, kami dapat bagian yang sama, uang Rp30 juta. Lalu, kedua US$2000 dan ketiga US$5.000," tuturnya.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPC Kota Bitung, Hanny Ruru membantah pernyataan Diana. Namun, dia tidak membantah menerima uang transportasi dan akomodasi. Itu pun, kata Hanny, bukan hanya dari tim sukses Anas Urbaningrum. Juga dari semua calon.

"Saya tidak terima seperti yang dia bilang. Saya hanya terima uang akomodasi dan transportasi, dan itu ada tanda terimanya. Kalau uang transportasi wajar di organisasi manapun itu ditanggung calon, atau tim suksesnya," tuturnya saat dihubungi VIVAnews.

Dia mengaku uang yang diterima dari tim sukses Anas sebesar Rp4 juta. "Saya kira wajar. Jangankan organisasi partai politik, organisasi masyarakat juga seperti itu," tambahnya. (sj)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
brodlandt
13/02/2012
pak hanny Ruru uda habis duitnya jd nga bisa ngaku lg... hanya brani ngaku 4jt..... seandainya pak hanny bohong tdk dapat seperti ibu diana.... nanti dia kembalikan di NERAKA........
Balas   • Laporkan
trav
12/02/2012
Ah ini mah PION POLITIK NIH.... Diana Maringka Dibayar berapa yah buat teriak-teriak... Yang pasti bayarannya secara hitung-hitungan matematika besar dan menggiurkan. Kok Kasusnya melebar gak tentu ke mana-mana yah? kayak sinetron ajah
Balas   • Laporkan
aldidjalal
11/02/2012
klo duit hasil usaha/keringat atau warisan nenek moyang dibagi-bagi ndak apa2 artinya beramal, klo duit rampok yg dibagi-bagi itu kan uang rakyat, siapa yg ikhlas.. bayar pajak, beli sendal jepit aja kena pajak bro andai bener dibagi-bagi, kualat beneran
Balas   • Laporkan
papane.nyempluk
11/02/2012
partai demokrat-- kayak lagu jawa--"Kere Munggah Bale"--orang miskin jadi OKB-Orang Kaya Baru--yang duitnya dari korupsi--haram---katakan dengan kata tidak--tapi duitnya diterima,,,ini fakta Bung bukan khayalan,-bagaimanA pak SBY-slogan2 itu?
Balas   • Laporkan
fan_fan
11/02/2012
Ini juga terjadi di DPC Johar Baru Jakarta Pusat, malam sebelum pemilu mereka bagi2 uang, sisanya setelah pemilu. ..Ayo Bongkar.... demi kebenaran,,,sebelum negara ini hancur oleh ulah2 mereka yg kotor,,,,
Balas   • Laporkan
papane.nyempluk | 11/02/2012 | Laporkan
bener--yang bawa duit ke Bandung aja udah diinterview sm stasiun TV tanda terimanya juga ada--mau mengelak gimana--ilmunya ngeles-haa
Ini memang fakta, sayangnya baru satu org kader yg sadar dan kembali kejalan yg benar. Terlambat msh lbh baik drpd trs menutupi kemunafikan ! hampir 85% ketua DPD/DPC duduk dgn dgn cara "Membeli", dan ini fakta bung !!!
Balas   • Laporkan
iron maiden
10/02/2012
lebih baik JUJUR saja sekarang, selagi masih ada kesempatan mengaku bersalah dan menyesal di hadapanNYA, daripada kelak saat mati sudah tdk ada kesempatan itu
Balas   • Laporkan
dark_justice911 | 11/02/2012 | Laporkan
Tunggu aja, msh bnyk yg sedang bersiap unt berkata jujur dan menyesali kebohongannya. Makanya mayoritas ketua DPD/DPC PD stlh 2005 melanggar AD/ART dan Kongres Bali. Tp krn "Fulus" berbicara, semua beres...namun skrg kt lht hasilnya...
modarudin
10/02/2012
modarrr modarrrr..... pancen bejat kabeh wong demokrat kuwi..... ngono yo ngono, tapi yo ojo ngono lah..... kuwalat kabeh kowe ...
Balas   • Laporkan
pengky
10/02/2012
Silahkan membantah, nanti di cross cek dengan catatan yulianis, kan ada tanda tangan dan nama penerima uang di Bandung....
Balas   • Laporkan
joomyway
10/02/2012
... BONGKARRRRRR !!!!!!
Balas   • Laporkan
dhe2n74 | 10/02/2012 | Laporkan
PASANGGGGG...wkwkwkwk
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ