VIVAnews - Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia, Saiful Mujani menyatakan, jika pemilihan presiden diselenggarakan Februari 2012, maka akan terjadi dua kali putaran.
"Yang paling berpeluang maju ke putaran kedua adalah Megawati dan Prabowo Subianto," katanya di kantor LSI, Jakarta, Kamis, 23 Februari 2012.
Dari survei yang dilakukan LSI dengan metode semi terbuka kepada responden untuk mengetahui siapa yang akan dipilih sebagai presiden didapatkan data bahwa Megawati mendapat hasil sebanyak 22,2 persen dan Prabowo 16,8 persen.
Namun, karena tren pilihan terhadap Megawati terus mengalami penurunan sejak survei 2004, maka menurutnya, Prabowo bisa mengalahkan Megawati.
"Tren top of mind dalam dua tahun terakhir, Megawati terus menurun sementara Prabowo naik," kata Mujani.
Simulasi yang dilakukan LSI memang menunjukkan bahwa rival terberat Prabowo adalah Megawati. Namun melihat pilpres 2004, dua tahun menjelang Pilpres hingga enam bulan sebelum melakukan pemilihan, Megawati sebagai incumbent unggul atas lawan-lawannya meski dengan selisih antara 5 - 10 persen.
Hanya pada survei November 2002, Megawati lebih unggul, yaitu 17 persen. Dalam waktu 7 bulan sebelum pemilihan presiden 2004, SBY masih berada di bawah Megawati. "Hanya 4 bulan sebelum pemilihan 2004 SBY mulai mengungguli Megawati," kata Mujani.
Data survei Maret 2004 tersebut menunjukkan bahwa Megawati relatif stagnan di posisi 17 persen, sementara SBY di posisi 20 persen. Oleh karena itu, menurut Mujani, peluang bagi calon lain untuk menang pada pilpres masih besar.
"Ini menunjukkan bahwa calon-calon yang masih belum dikenal masih punya peluang sama besar untuk menang dalam pilpres," ucapnya.
Survei LSI dengan tema Mencari Calon Presiden 2014 dilakukan pada 1-12 Februari 2012. Paramater dengan pertanyaan terbuka (top of mind) dan pertanyaan dengan jawaban semi terbuka.
Populasi adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dengan sampel 2050 orang. Margin of error diperkirakan sebesar 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
LSI bekerjasama dengan Fatscomm (konsultan) untuk menjaring opini calon pemilih secara nasional pada 1-12 Februari 2012. (hp).