Politik

PDIP Tidak Terpengaruh Hasil Survei

PDIP menilai survei belakangan ini sarat dengan kepentingan politik.

Kamis, 23 Februari 2012, 16:57 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Nila Chrisna Yulika
Pendukung PDI Perjuangan (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, mengatakan, partainya tidak terpengaruh pada hasil survei. Sebab, kata dia, hasil survei yang ada banyak dijadikan alat politik oleh lembaga-lembaga maupun tokoh politik.

Sehingga, menurut Ahmad, hasil survei belakangan ini sarat konflik kepentingan. PDI Perjuangan tak akan terpengaruh dengan hasil survei tersebut. "Intinya, sebagai partai politik kami akan terus bekerja, bekerja dan bekerja untuk melaksanakan program-program partai yang telah ditetapkan kongres ke 3 PDIP di Bali tahun 2010 lalu," kata dia.

Saat ini, kata dia, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pun lebih fokus pada pelaksanaan program-program partai yang ditargetkan akan selesai pada 2013. Jika seluruh program partai tersebut sudah dilaksanakan, Ahmad yakin popularitas dan elektabilitas PDI Perjuangan akan terdongkrak.

"Sekali lagi kami tidak terlalu risau dengan apapun hasil survei yang dilakukan pada saat-saat sekarang ini," lanjutnya.

Survei terakhir dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) pimpinan Syaiful Mujani menempatkan Megawati di urutan nomor satu calon presiden.

Hasil ini dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan 2.050 responden dengan melontarkan pertanyaan semi terbuka. LSI memberikan pilihan jawaban kepada responden. Margin error survei +/- 2,2 persen.

Survei awal dilakukan untuk memilih 24 nama tokoh. Hasilnya:
1. Megawati Soekarnoputri 15,2 persen
2. Prabowo Subianto 10,6 persen
3. Jusuf Kalla 7 persen
4. Aburizal Bakrie 5,6 persen
5. Sri Sultan Hamengku Buwono X 4,9 persen
6. wiranto 3,9 persen
7. Boediono 3 persen
8. Surya Paloh 2,6 persen
9. Hatta Rajasa 2,2 persen
10. Nama lain 11,5 persen
11. Belum tahu 18,2 persen

Dari 24 nama tokoh itu dikerucutkan lagi menjadi 18 nama pilihan. Hasilnya, secara peringkat masih sama. Tetapi tren semuanya naik yakni;
1. Megawati Soekarnoputri 17,6 persen
2. Prabowo Subianto 12,8 persen
3. Jusuf Kalla 9,7 persen
4. Aburizal Bakrie 7,2 persen
5. Sri Sultan 6,3 persen
6. Wiranto 6 persen
7. Boediono 4 persen
8. Surya Paloh 3 persen
9. Hatta Rajasa 2,9 persen

Dari 18 nama itu, LSI mengerucutkan lagi menjadi 10 nama. Hasilnya, Megawati masih teratas dengan tren rata-rata semua nama masih sama, naik. Hasilnya:
1. Megawati Soekarnoputri 22,2 persen
2. Prabowo Subianto 16,8 persen
3. Aburizal Bakrie 10,9 persen
4. Wiranto 10,6 persen
5. Hatta Rajasa 5,4 persen
6. Sisanya masuk 10,3 persen
7. Belum tahu 23,8 persen



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
error_bandit
27/02/2012
haahahaa... haree gene ada yg milih mega?? boong bangetttt!!! coba deh loe tanya org2 di sekitar loe ada ga yg mau milih si mega?? hahaa ;D si nenek ga nyadar dikerjain sama curut2 disekitarnya.. hahaaaha ;D
Balas   • Laporkan
ajofsepaliha
27/02/2012
Survey itu RACUN, kawan2. jd waspadalah!
Balas   • Laporkan
nesa_gan
23/02/2012
PDIP senanglah ya kan LSI skr menguntungkan PDIP, pakai gengsi segala untuk mengakuinya. Ganti Ketumnya dong biar ada penyegaran, Ketum kok sampai 3 periode
Balas   • Laporkan
syamsudien.browdeen
23/02/2012
pada kampanye menebar janji setelah jadi yaaaaaaaa janji janji tinggal janji rakyat sudah bosan di beri makan janji
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ