Politik

Pengurus Demokrat Adukan MetroTV dan tvOne

MetroTV meminta bukti yang dituduhkan. tvOne menyatakan sudah sesuai prosedur jurnalistik

Kamis, 23 Februari 2012, 17:15 WIB
Arfi Bambani Amri, Nur Eka Sukmawati
Ferry Juliantono, politikus Demokrat yang adukan MetroTV dan tvOne (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Fungsionaris Partai Demokrat mengadukan stasiun televisi MetroTV dan tvOne ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Wakil Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Ferry Juliantono, mengatakan selama delapan bulan belakangan pemberitaan tentang Partai Demokrat terlalu berlebihan, memojokkan, dan kurang obyektif.

Contoh yang disampaikan beserta bukti-bukti bahwa terdapat satu opini yang dipaksakan untuk mengatakan bahwa dalam proses tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh beberapa pengurus Partai Demokrat, itu seakan-akan digeneralisir dilakukan oleh seluruh kader Demokrat.

"Jadi dikatakan Partai Demokrat adalah partai koruptor, padahal itu kan nggak betul," kata dia di Kantor KPI, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Februari 2012.

Menurut Ferry, pemaksanaan opini tersebut merupakan relasi yang sangat kuat antara pemilik media dengan partai politik tertentu. Hal itu berakibat, pemberitaan tentang Partai Demokrat tidak obyektif dan netral.

Oleh karena itu, pihaknya meminta KPI untuk melakukan mediasi dengan tvOne dan Metro TV. Pihaknya juga meminta KPI memberikan sanksi kepada dua media TV tersebut. "Kami meminta KPI memberikan sanksi terkadap pemberitaan tersebut karena bertentangan dengan kode etik."

Menanggapi laporan tersebut, Wakil Ketua KPI, Ezky Suyanto, mengatakan KPI menawarkan mediasi kepada pihak Demokrat untuk dipertemukan dengan stasiun TV, tanpa menghilangkan adanya dugaan yang telah dilakukan oleh stasiun TV tersebut.  KPI juga akan menganalisa dan mengkaji aduan dari Partai Demokrat.

"Jika ada pelanggaran, maka kewenangan KPI untuk memberikan sanksi," katanya.

MetroTV dan tvOne Bantah

General Manager News & Sport tvOne, Totok Suryanto, mengatakan tvOne siap mengikuti proses di Komisi Penyiaran Indonesia. Totok menyatakan, tuduhan yang disampaikan Ferry itu sama sekali tidak benar.

"tvOne tidak pernah memiliki agenda menstigmakan partai atau kelompok tertentu," kata Totok saat dihubungi VIVAnews, Kamis 23 Februari 2012. "Bahwa kemudian berita itu menyangkut partai tertantu, sepanjang itu faktual, kami tidak segan-segan memberitakan."

Totok menjelaskan, dalam setiap acara dialog, jika membicarakan Demokrat maka akan diundang politisi Demokrat. Kemudian sebagai wakil publik, tvOne juga mengundang orang-orang yang concern seperti dari lembaga swadaya masyarakat. Namun, Totok menyatakan, semua itu tetap sesuai kaidah jurnalistik dan penyiaran.

Sementara Direktur Pemberitaan MetroTV, Suryopratomo, mempertanyakan berita mana yang dimaksud Ferry berisi "opini memojokkan" Demokrat. "Berita itu berdasarkan fakta," kata Tommy, begitu panggilan Suryopratomo."Prinsip jurnalistik yang selalu ditetapkan MetroTV. Semua berdasarkan fakta, bukan opini."

"Sekarang kalau mereka mengadu, semua orang berhak mengadu," katanya. "Kami siap mengikuti proses di Komisi Penyiaran Indonesia."



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
sonnykoda
26/02/2012
rakyat yang seharusnya tuntut PD bukan malah PD yg nuntut...penipuan saat kampanye yg katanya partai bersi tapi trnyata partai sarang koruptor, siapa yg harus dituntut??? lempar batu sembunyi tangan, dasar ga tahu malu.....maju terus TV ONE dan Metro...
Balas   • Laporkan
290989
24/02/2012
yg di tuntut itu kau bung ferry dasar manusia ber muka dua ... bilang aja kau mau msuk TV supaya ter kenal atau kepingin ngetop sama seperi CS2 anda yg uda sering msuk TV
Balas   • Laporkan
berpikir
24/02/2012
makanya PD buat tv baru... kalau tv-tv itu sih maklum lah... masak mereka britain penyengsaraan lapindo, penyelewengan pajak perusahaan pemilik, anti pengampunan koruptor... gak mungkin la yaa...
Balas   • Laporkan
Terimakasih MetroTV dan TVOne, Indonesia beruntung kalian bukan milik Partai Korup! Bayangkan jika Partai Korup yang sudah punya kekuasaan di execu-thieves dan legisla-thieves itu juga punya televisi, apa gk tambah kenceng itu ngerampok duit rakyat...
Balas   • Laporkan
mickymouse
24/02/2012
BENER DEMOKRAT BUKAN PARTAI KORUPTOR..WKWKWKWK CUMA SEBAGIAN BESAR TUKANG NYOLONG.
Balas   • Laporkan
syamsudien.browdeen
24/02/2012
biasa lah terjadi seperti itu kalau semua maling ngaku wah bisa kelebihan muatan penjara di negara ini wkwkwkkwkw memang lucu negeriku in orang dia gak pernah mau untuk disalahkan
Balas   • Laporkan
komisitiga
24/02/2012
Semprul.Demokrat itu memang sarang koruptor koq? Kan Selama ini banyak Petinggi DEMOKRAT yg ikut Ngetop karena pemberitaan di TV1&Metro.Ada yg ngetop karena korupsi.karena gak Cerdas.karena kurang ajar & suka teriak sambil melotot kayak orang gila.Fakta ?
Balas   • Laporkan
LANJUTKAN...........!!!!!!!!!!!!!!
Balas   • Laporkan
dulkamid
24/02/2012
Gempa PD. Antar pengurus saling curiga, saling sikut dan ribut sendiri. kacau. Demi persatuan dan kesatuan partai, cari musuh dari luar. Kebetulan namanya Metro TV dan TV One. Kebetulan pula punya si brewok dan juragan Golkar. Pas mantab!
Balas   • Laporkan
metro dan tv one mmang punya agenda tersembunyi,bikin opini yg menyesatkan!berdalih kebebasan pers seenak udelnya memojokkan orang...,justru hal hal begini yang bikin kisruh negara ini!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ