Politik

Pohan: Pengaduan ke 2 TV Tidak Seijin Partai

"Yang jelas, Ketua Umum dan Sekjen tidak tahu menahu tentang somasi itu."

Kamis, 23 Februari 2012, 19:30 WIB
Syahid Latif, Nila Chrisna Yulika
Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan (Facebook Ramadhan Pohan)

VIVAnews - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan pengurus partainya tak tahu-menahu mengenai langkah Wakil Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Ferry Juliantono, mengadukan MetroTV dan tvOne ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Ramadhan mengatakan partainya tak pernah berniat mensomasi atau memboikot media. Dia memandang medialah yang selaam ini telah berperan membesarkan Partai Demokrat. "Partai Demokrat tidak pernah berfikir untuk memboikot apalagi mensomasi media," kata dia, Kamis 23 Februari 2012.

Dia mengungkapkan sebelumnya tak pernah ada pembicaraan mengenai rencana pengaduan ini di rapat-rapat pengurus partai maupun fraksi. "Seharusnya, kalau mau mensomasi media, dibicarakan dulu di rapat fraksi. Yang jelas, Ketua Umum dan Sekjen tidak tahu menahu tentang somasi itu," kata dia.

Ramadhan mengaku tak mengetahui apa alasan Ferry mengadukan kedua media.
Dia juga menolak menilai pemberitaan media massa selama ini terhadap partainya. "Yang jelas, tidak seharusnya dengan pemboikotan media," kata dia.

Ferry Juliantono mengadukan MetroTV dan tvOne dengan alasan kedua televisi berita nasional tersebut selama delapan bulan belakangan terlalu memojokkan Partai Demokrat dalam pemberitaannya. Tampaknya, pengaduan Ferry berkaitan dengan gencarnya pemberitaan mengenai kasus-kasus korupsi yang melibatkan Nazaruddin dan menyeret-nyeret nama sejumlah petinggi Partai Demokrat lainnya. Tuduhan ini dibantah oleh manajemen kedua stasiun televisi tersebut.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ngajubmi1245
25/02/2012
benar juga ni negara auto pilot ya....
Balas   • Laporkan
joey
24/02/2012
yang memojokan partai demokrat bukan media... om, tp kader demokrat sendiri... ngak nyadar apa...
Balas   • Laporkan
salomo | 25/02/2012 | Laporkan
Setuju bos! Mereka yg merusak diri sendiri,
berpikir
24/02/2012
betul-betul diberitain aja... jangan lupa juga kelanjutan lumpur lapindo, pengemplangan pajak yang dikasus gayus, orang-orang yang koar2 anti moratorium koruptor (yang katanya sih anti koruptor) dll dari partai "si empunya" media juga diberitain donkkk..
Balas   • Laporkan
syamsul.nasri | 25/02/2012 | Laporkan
setuju saya jadi harus berimbang,tapi kalau sampai lapor melapor ,itu tidak menyelesaikan masaalh partai demokrat,makin ruwet jadinya
Terimaksih TVOne dan Metro TV, juga Kompas, Republika, Media Indonesia, Jawapos Group dan seluruh media massa yang lainnya. Tanpa kalian semua, kasus Nazarudin, Angie, Anas, Andi Malarangeng, dll tidak akan pernah terbongkar
Balas   • Laporkan
fan_fan
24/02/2012
Tuh kan,,,apa gua bilang kemaren tuh orang (si ferry), cuma pingin terkenal doak alias carmuk,,, makin gak beres semua org di partai ini,,, bentar lagi pasti akan ada muncul Partai Demokrat PERJUANGAN NIH,,,
Balas   • Laporkan
machmudy2
24/02/2012
hahahahahaha......DAGELAN LAGI
Balas   • Laporkan
siahaans
24/02/2012
Kalau PD merasa kebakaran JENGGOT dengan berita di kedua TV tersebut, artinya adalah : SEMUA BERITA ITU ADALAH BENAR. Jika memang tidak benar, yah santai aja kali, tinggal buat penyangkalan, kan beres. Disini kita bisa menilai, kalau BERITA ITU BENAR
Balas   • Laporkan
wildan
24/02/2012
tepuk tangaaaa.....n
Balas   • Laporkan
komisitiga
24/02/2012
RP gak Cerdas. DEMOKRAT Di ujung Tanduk. Kader sudah maen sikut.instuksi dewan pembina tidak dianggap lagi.Siapa berani teriak kayak orang gila.Melotot.ngomong Gak sopan. Korupsi sebesar besarnya.pasti dibela parta. Waktu DEMOKRAT menang PEMILU apa Protes
Balas   • Laporkan
dulkamid
24/02/2012
Di counter dong. Bikin juga stasiun tv buat corong partai. Bagaimana kalau namanya Daun Jambu TV? Atau Nazar TV? Atau Apel TV? Atau Anggie TV? Dirut nya, Ruhut Sitompul dan redaktur umumnya, Soetan Bhatoeghana?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ