VIVAnews - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan pengurus partainya tak tahu-menahu mengenai langkah Wakil Sekretaris Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Ferry Juliantono, mengadukan MetroTV dan tvOne ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
Ramadhan mengatakan partainya tak pernah berniat mensomasi atau memboikot media. Dia memandang medialah yang selaam ini telah berperan membesarkan Partai Demokrat. "Partai Demokrat tidak pernah berfikir untuk memboikot apalagi mensomasi media," katadia, Kamis 23 Februari 2012.
Dia mengungkapkan sebelumnya tak pernah ada pembicaraan mengenai rencana pengaduan ini di rapat-rapat pengurus partai maupun fraksi. "Seharusnya, kalau mau mensomasi media, dibicarakan dulu di rapat fraksi. Yang jelas, Ketua Umum dan Sekjen tidak tahu menahu tentang somasi itu," kata dia.
Ramadhan mengaku tak mengetahui apa alasan Ferry mengadukan kedua media. Dia juga menolak menilai pemberitaan media massa selama ini terhadap partainya. "Yang jelas, tidak seharusnya dengan pemboikotan media," kata dia.
Ferry Juliantono mengadukan MetroTV dan tvOnedengan alasan kedua televisi berita nasional tersebut selama delapan bulan belakangan terlalu memojokkan Partai Demokrat dalam pemberitaannya. Tampaknya, pengaduan Ferry berkaitan dengan gencarnya pemberitaan mengenai kasus-kasus korupsi yang melibatkan Nazaruddin dan menyeret-nyeret nama sejumlah petinggi Partai Demokrat lainnya. Tuduhan ini dibantah oleh manajemen kedua stasiun televisi tersebut.
betul-betul diberitain aja... jangan lupa juga kelanjutan lumpur lapindo, pengemplangan pajak yang dikasus gayus, orang-orang yang koar2 anti moratorium koruptor (yang katanya sih anti koruptor) dll dari partai "si empunya" media juga diberitain donkkk..
syamsul.nasri
| 25/02/2012
|
Laporkan
setuju saya jadi harus berimbang,tapi kalau sampai lapor melapor ,itu tidak menyelesaikan masaalh partai demokrat,makin ruwet jadinya
Terimaksih TVOne dan Metro TV, juga Kompas, Republika, Media Indonesia, Jawapos Group dan seluruh media massa yang lainnya. Tanpa kalian semua, kasus Nazarudin, Angie, Anas, Andi Malarangeng, dll tidak akan pernah terbongkar
Tuh kan,,,apa gua bilang kemaren tuh orang (si ferry), cuma pingin terkenal doak alias carmuk,,, makin gak beres semua org di partai ini,,, bentar lagi pasti akan ada muncul Partai Demokrat PERJUANGAN NIH,,,
Kalau PD merasa kebakaran JENGGOT dengan berita di kedua TV tersebut, artinya adalah : SEMUA BERITA ITU ADALAH BENAR. Jika memang tidak benar, yah santai aja kali, tinggal buat penyangkalan, kan beres. Disini kita bisa menilai, kalau BERITA ITU BENAR
RP gak Cerdas. DEMOKRAT Di ujung Tanduk. Kader sudah maen sikut.instuksi dewan pembina tidak dianggap lagi.Siapa berani teriak kayak orang gila.Melotot.ngomong Gak sopan. Korupsi sebesar besarnya.pasti dibela parta. Waktu DEMOKRAT menang PEMILU apa Protes
Di counter dong. Bikin juga stasiun tv buat corong partai. Bagaimana kalau namanya Daun Jambu TV? Atau Nazar TV? Atau Apel TV? Atau Anggie TV? Dirut nya, Ruhut Sitompul dan redaktur umumnya, Soetan Bhatoeghana?