Politik

DPR: Perpanjang Terus Saja Gubernur DIY

DPR menganggap pemerintah tak tegas dalam menyikapi RUU Keistimewaan DI Yogyakarta

Kamis, 23 Februari 2012, 21:30 WIB
Syahid Latif, Juna Sanbawa (Yogyakarta)
Pemerintah diminta bersikap tegas terkait pemilihan gubernur Yogyakarta (ANTARA/ Yudhi Mahatma)

VIVAnews - DPR mempertanyakan keseriusan dan itikad pemerintah untuk menyelesaikan rancangan undang-undang (RUU) Keistimewaan DI Yogyakarta (DIY). Hal itu terindikasi dari sikap pemerintah yang bersikeras dengan opsi pemilihan gubernur bekas Ibukota Indonesia itu. 

Penilaianya tersebut disampaikan Anggota Komisi II DPR sekaligus Wakil Ketua Panitian Kerja RUU Keistimewaan DI Yogyakarta, Ganjar Pranowo di Yogyakarta, Kamis, 23 Februari 2012. "Kalau memang pemerintah tidak bisa mengambil sikap, jalan terbaik untuk bisa mengerti perasaan masyarakat Yogyakarta, ya perpanjang terus saja,'' katanya.

Menurut Ganjar berlarutnya pembahasan RUU Keistimewaan DIY berakar dari sikap pemerintah yang masih belum mau menyelesaikan 5 tahun pertama setelah penetapan. Selain itu, kata dia, usulan penetapan jabatan Gubernur DIY melalui mekanisme fraksi di DPRD juga belum ditanggapi serius oleh pemerintah.

''Sampai sekarang saya tidak pernah mengerti argumentasi pemerintah untuk menunda-nunda. Inilah nantinya yang akan dipersepsikan publik bahwa memang pemerintah tidak ada kemauan untuk menyelesaikan," tandasnya.

Ketika disinggung mengenai alternatif penyelesaian melalui jalan referendum, Ganjar menganggap wacana tersebut terlalu jauh. Langkah itu dinilai bukan hanya untuk masyarakat Yogyakarta melainkan seluruh warga Indonesia.

"Terlalu jauh kalau bicara soal itu,'' ujar Ganjar.  ''Ini hanya terlalu terinspirasi oleh pikiran-pikiran yang pernah terjadi di Timor-Timor,'' katanya.

Dalam waktu dekat, Ganjar berjanji akan mendorong fraksi-fraksi di DPR RI untuk menyampaikan pendapat dan posisi terakhir mereka. "Sehingga siapa yang berbelok, siapa yang kemudian mau menarik dukungan sejak awal, itu akan diketahui," ujarnya. (adi)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
subadi.purboyuwono
22/03/2012
sy ini nggak sekolahan, tp konon tujuan pemerintahan dibentuk adalah untuk: -melindungi segenap wilayah dr gangguan ekstern -mensejahterakan kehidupan rakyat Djogdja selama ini, tenang, aman, rakyatnya mudah cari rezeki Kurang kerjaan ngotak-ngatik Djogdj
Balas   • Laporkan
hendra_nugraha
22/03/2012
Demokrasi itu tidak harus pemilihan . . tanpa pemilihan pun rakyat jogja sangat nyaman. karena rakyat jogja sangat cinta kepada Sri Sultan HB dan Sri Paduka Pakualam . Indonesia tu jg ga demokrasi,bktine bnyx demo yg ga d tanggapi
Balas   • Laporkan
akn muncul Republik Timor Raya (Flores,Timor,Sumba) dibawah komamdo australia
Balas   • Laporkan
dennynovie
24/02/2012
Pemerintah serba lambat dan tidak tegas
Balas   • Laporkan
projecti
24/02/2012
selama ini, kami yang tinggal di Jogja adem ayem saja dengan Sultanku Gubernurku... siapa bilang Jogja tidak Demokrasi ??? semuanya Demokrasi, hanya Gubernur dan Wakilnya yang memang di Istimewakan sesuai Ketetapan Negara sejak bergabungnya Jogja dg NKRI
Balas   • Laporkan
hanya_membaca | 24/02/2012 | Laporkan
nah ini warga jogjanya aja santai. why it so complicated. dasar RI negeri penuh dongeng :D
awas Timor2 sudah keluar dari RI, jangan ditambah lagi...
Balas   • Laporkan
vivav77
24/02/2012
kalo orang2 dekat sultan itu2 aja, trus yg mau direformasi apa? jogja butuh reformasi birokrasi, klo gubernurnya itu2 aja, orang2 dkt beliau ya itu itu aja, trus yg mau direformasi siapa?
Balas   • Laporkan
mkepel | 24/02/2012 | Laporkan
ya itulah istimewanya bung!!!
muchamad.malik
24/02/2012
maksudnya referendum itu bkn memilih untuk dis/integrasi dg RI , tp referendum buat memilih apakah diangkar lgsg sultan & paku alam atau pilkada...
Balas   • Laporkan
daniel_tarigan
24/02/2012
Pemerintah skrg ini telah berkhianat, masa nggak tau bagaimana sejarahnya yogyakarta brgabung dgn NKRI sehingga diberi hak Istimewa, apalagi yg perlu dipikirkan? atau jangan2 sakit hati kpd Kanjeng Sultan yang tidak mau diintervensi ? hanya 1 kata TERLALU
Balas   • Laporkan
muchamad.malik | 24/02/2012 | Laporkan
mungkin, menurut pemerintah, akan terjadi matahari kembar saat presiden mengintruksikan kebijakan di DIY, krn rakyat lbh mematuhi Kanjeng Sultan dibanding presiden
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ