Demokrat: PAW Angie Urusan BK DPR
Demokrat, imbuhnya, sudah menyelesaikan urusan Angie di partai dengan pemecatan.
Sabtu, 25 Februari 2012, 16:39 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Nina Rahayu
Angelina Sondakh saat menjadi saksi M Nazaruddin (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
VIVAnews - Politisi Demokrat Angelina Sondakh telah ditetapkan sebagai tersangka dalam suap wisma atlet SEA Games di Palembang. Akibatnya, Demokrat pun memecat Angie, sapaan Angelina, dari kepengurusan. Tapi, Angie belum diganti dari DPR.
Mengenai pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR Angie, Ketua DPP Partai Demokrat Didi Irawadi menilai itu bukan kewenangan partai. Ditemui dalam sebuah diskusi di Jakarta, hari ini, Didi menilai proses PAW legislator tergantung Badan Kehormatan DPR. "Angelina kan anggota DPR, jadi itu urusan BK," katanya.
Demokrat, imbuhnya, sudah menyelesaikan urusan Angie di partai dengan memecat yang bersangkutan dari jabatan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat. "Partai sudah menindak dia sebagai pengurus partai," jelasnya.
Mengenai posisi Angie di DPR, partai mengikuti aturan DPR. Sesuai ketentuan, imbuhnya, BK DPR akan menunggu Angie sampai berstatus terdakwa baru bisa menonaktifkan sebagai anggota DPR.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Angie sebagai tersangka dalam kasus suap wisma atlet. Dalam kasus ini, KPK sudah menjerat mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin terlebih dahulu.
Dalam kesaksian mantan anak buah Nazaruddin--Yulianis dan Mindo Rosalina Manulang--Angie diduga menerima dana dari perusahaan Nazar. KPK menduga dana itu terkait dengan upaya memuluskan anggaran proyek pembangunan wisma atlet di Badan Anggaran dan Komisi X DPR.(umi)
Yang salah perorangan bukan partainya, yah jelas harus dihukum orangnya, karena institusi tak bersalah, kesalahan orang harus dihukum yah orangnya, saya melihat banyak juga kesalahan dari seluruh partai
ya...kader-kader demokrat, ada apa denganmu? kutanya anas takan pernah terjawab...kutanya nazar jawaban sulit dipercaya, kutanya ruhut selalu dijawab dengan sby dan terang benderang....lebih baik kutanya pada rumput yang bergoyang...
jurihida
|
27/02/2012
|
Laporkan
Tanya saja rumput yang lagunya selalu berdendang, tanpa disadari seluruh partai terlibat skandal korupsi, jadi jangan menyalahkan satu partai saja,
polnam
26/02/2012
jangan cuman oknumnya, sekalian aja bubar partainya....jelas2 KORUPTOR..!!!!
jurihida
|
27/02/2012
|
Laporkan
Oknum dengan partai beda bung, oknum perorangan, partai kelompok jadi tak bisa langsung di just seperti itu, jangan jadi kesalahan kita menilai sebuah partai
Ini juga bentuk pembodohan publik !!! Dipecat sebagai pengurus DPP Demokrat bukan sebagai anggota partai Demokrat !!!!! Kalau dipecat sebagai anggota partai Demokrat berarti dipecat sebagai pengurus dan otomatis di pecat sebagai anggota DPR.......
jurihida
|
27/02/2012
|
Laporkan
Pemecatan semua kader partai yang terlibat masalah korupsi, harus dipecat baik di DPR maupun di partainya, itu untuk kebaikan
puteralangit
25/02/2012
kalau tdk bersalah ngapain dipecat dari DPP....kalau bersalah ngapain tidak di PAW.........serba tidak tegas seperti karakter si FIRAUN
apakah ini bisa direpresentasikan perempuan Indonesia?... Kartini pasti kecewa..emansipasi yang dia perjuangkan ternyata disalah gunakan oleh putrinya....
ikhal2012
25/02/2012
Klw di Jepang pjbat yg tersangkut perkara hukum secara sadar mengundurkan diri atau bunuh diri. klw di Indonesia udah jelas2 jadi tersangka ehhh masih enak2 bergaya kaya orang ga bersalah.. dasar moral dangkal,Koruptor,maling.ga punxa kepekaan nurani.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar