VIVAnews - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mendukung Bantuan Langsung Tunai. PDIP membantah telah menentang BLT. "Yang diprotes PDIP selama ini bukan BLT-nya, tapi proses distribusinya," kata salah satu Ketua PDIP, Arif Budimanta.
Menurut Direktur Megawati Institute itu, BLT merupakan kebijakan anggaran dari DPR. PDIP sebagai partai yang memiliki fraksi di DPR juga ikut terlibat dan memproses pembahasan dan pembentukan inisiatif BLT.
"Ketua Panitia Anggaran DPR kan juga berasal dari PDIP. Pastinya BLT dibangun bersama dan menggunakan dana dari rakyat," kata Arif sebelum sebuah diskusi di gedung Dewan Perwakilan Daerah, Jakarta, Rabu 1 April 2009.
Karena itu PDIP melakukan kontrol terhadap pengeluaran dana BLT agar benar-benar sampai pada masyarakat. Bila PDIP mengkritik BLT, itu dalam konteks persoalan kemanusiaan yakni agar pencairan dana BLT mudah bagi masyarakat. "Jangan dipersulit," kata Arif.
Namun, PDIP berpendapat BLT hanya program jangka pendek, sementara program jangka panjangnya adalah pemberantasan kemiskinan. "Jadi kalau terus menerus menggunakan program jangka pendek, tentu kemiskinan tidak akan terangkat," katanya.
Jadi, kata Arif, tidak benar PDIP bersikap mencla-mencle atas BLT. Sebelumnya terdengar menolak, namun kemudian menyatakan akan mengawasi pengucurannya. "Saya rasa PDIP tetap konsisten," katanya.
Untuk menunjukkan dukungan atas BLT, PDIP juga telah meluncurkan iklan bertema BLT. Dalam iklan itu, PDIP menyatakan BLT sebagai salah satu usulannya.