Politik
Talk Show 'Capres Turun ke Pasar ANTV'

SBY: Masih Ada Pengusaha Nakal

Sebagai Presiden, SBY akan terus melakukan tindakan tegas terhadap pengusaha nakal.

Kamis, 11 Juni 2009, 16:07 WIB
Ismoko Widjaya, Muhammad Hasits
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui bahwa hingga kini masih banyak pengusaha-pengusaha nakal dengan memasukkan barang-barang selundupan. Sebagai Presiden, SBY akan terus melakukan tindakan tegas terhadap pengusaha yang tidak membayar pajak impor itu.

"Memang ada pelaku dunia usaha yang nakal dengan memasukkan barang selundupan dan tidak membayar pajak, yang seperti itu harus dihentikan," kata SBY dalam acara ‘Calon Presiden Turun ke Pasar’ yang diselenggarakan stasiun ANTV di basement Blok A, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis 11 Juni 2009.

Menurut SBY, mereka yang nakal-nakal itu memang sudah menyulitkan para pedagang dalam negeri. Maka itu, tindakan tegas pemerintah dilakukan agar pengusaha yang tidak terlibat menjadi tidak terganggu.

"Pemerintah terus memberantas. Kalau nanti ditangkap, hukum harus ditegakkan," ujar SBY saat mendapatkan pertanyaan soal serangan produk-produk Cina yang ilegal.

Meski maraknya barang-barang dan produk ilegal menyerang Tanah Air, SBY tetap mengimbau para pedagang untuk meningkatkan daya saing. "Namun kita harus meningkatkan produk kita agar kita dapat berdaya saing," kata SBY.

Acara ini dihadiri oleh audiens yang mayoritas perempuan. Mereka berasal dari berbagai profesi. Ada pedagang, ibu rumah tangga, manager bank, majelis taklim, dan dari Kamar Dagang Indonesia.

Program acara ‘Calon Presiden Turun ke Pasar’ ini akan ditayangkan ANTV 20 Juni 2009. Sebelumnya, program acara Calon Presiden Turun ke Pasar telah mengundang calon presiden Jusuf Kalla. Setelah penampilan Yudhoyono, giliran calon presiden Megawati Soekarnoputri yang rencananya diselenggarakan Jumat 12 Juni 2009 atau 17 Juni 2009.

ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ