VIVAnews - Dua calon presiden yang bertarung dalam Pemilu Presiden 2009, Jusuf Kalla dan Megawati Soekarnoputri, malam ini pukul 20.00, Minggu 5 Juni 2009 akan melakukan pertemuan di Kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No 62, Menteng Jakarta Pusat. Ketua PP Muhammadiyah Dien Syamsuddin rencanannya akan menjadi moderator dalam pertemuan malam ini.
Apa maksud pertemuan nanti malam? "Kita evaluasilah," kata Jusuf Kalla usai peresmian gedung madrasah di Pondok Pesantren Azzainiyah, Nagrok, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu siang.
JK membenarkan bahwa pertemuannya dengan orang nomor satu di PDI Perjuangan itu terkait masalah daftar pemilih tetap (DPT)
Menurut JK, pihaknya berharap Komisi Pemilihan Umum dapat menyelesaikan masalah DPT dengan baik dan transparan. "Artinya terbuka dan diketahui semua orang," tambah Jusuf Kalla. Ditanya apakah perlu penundaan Pilpres jika masalah DPT belum rampung, JK mengaku dia masih percaya KPU bisa menyelesaikan dengan baik masalah DPT.
"Kita harapkan itu harus terpenuhi sehingga terpenuhi hak asasi masyarakat yang dapat memilih," tambah dia.
Sabtu, 4 Juli 2009, tengah malam aktivis 98 yang tergabung dalam Forum Pemuda Lintas 98 atau Formula menemui JK di Posko II Partai Golkar, Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, tengah malam. Mereka meminta dukungan JK untuk melakukan penundaan Pilpres karena kisruh DPT yang belum juga usai.
"Tadi beliau (JK) mengatakan bila sampai hari Senin (6/7) KPU tidak melakukan perubahan DPT, beliau (JK) setuju untuk memberikan dukungan untuk penundaan Pemilu," kata Jackson Kumaat, juru bicara aktivis 98 yang tergabung dalam Forum Pemuda Lintas 98 atau Formula kepada VIVAnews, Minggu, 5 Juli 2009.
Sementara, kubu capres-cawapres nomor urut 1, Megawati-Prabowo menuntut Komisi Pemilihan Umum untuk mempublikasikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) ke seluruh peserta Pemilu Presiden (Pilpres). Alasannya, DPT merupakan dokumen publik yang bisa diakses oleh siapapun.
"Kami ingin agar DPT diumumkan serta diserahkan baik dalam bentuk softcopy dan hardcopy kepada seluruh peserta pilpres," kata Tim Kampanye Nasional Mega Prabowo, Fadli Zon, di Mega-Prabowo Media Center, Jalan Prapanca, Jakarta Selatan, Sabtu, 4 Juli 2009.
Masalah DPT telah menjadi titik lemah KPU sejak pemilihan legislatif yang lalu. Namun hingga kini KPU masih belum mampu mengatasi masalah ini.
Hingga tiga hari menjelang pemilu digelar, KPU masih saja belum mengumumkan daftar pemiilih tetap.
Komite Pemilih Indonesia memperkirakan 30-40 juta orang akan kehilangan hak pilihnya pada pemilu presiden mendatang.
Tim JK-Win malah memperkirakan sekitar 49 juta orang di 18 propinisi dan 120 kabupaten/ kota, belum masuk ke daftar pemilih tetap.