Politik
PKS Cemas Golkar Masuk Koalisi

Ferry Mursyidan: Kekhawatiran PKS Berlebihan

Lagipula, pembentukan kabinet itu kan hak prerogatif Presiden.

Sabtu, 11 Juli 2009, 00:05 WIB
Arfi Bambani Amri, Sandy Adam Mahaputra
Ferry Mursyidan Baldan (dpr.go.ig)

VIVAnews - Kekhawatiran Partai Keadilan Sejahtera terhadap Partai Golkar akan mengganggu kuota kabinet SBY nantinya dinilai sebuah kekhawatiran yang berlebihan dan tak beralasan. Kabinet merupakan hak prerogatif Presiden, bukan peserta koalisi.

"Jelas itu suatu kekhawatiran yang berlebihan, wewenangnya itu kembali ke Presiden yang akan menunjuk siapa-siapa saja yang akan ada di kabinet," ujar anggota komisi II DPR-RI, Ferry Mursyidan Baldan, kepada VIVAnews di Ki Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 10 Juli 2009.

Menurutnya, Kekhawatiran PKS sangat tidak beralasan. Pasalnya pembentukan kabinet bukan hanya melihat dari partai-partai pendukung koalisi, tapi soal profesionalisme seseorang saat berada di dalam kabinet. "Kalau tidak berkualitas, pastinya presiden akan berpikir dua kali. Ini bukan hanya membagi-bagi jatah partai koalisi, tapi soal kualitas orang yang mengisi kabinet," katanya.

Dirinya yakin jika Presiden terpilih nanti, pastinya akan mempertimbangkan hal itu. "Kalau kader Golkar masuk kabinet apa salahnya, toh itu karena kader kami berkualitas dan mampu membantu presiden," ujar politisi Golkar itu. "Saya rasa PKS jangan terlalu panik dan khawatirlah, semua keputusan soal kabinet kita serahkan ke Presiden terpilih. Jadi mendikte seperti itu," ujarnya.
 
Terkait soal, sikap Partai Golkar di parlemen nantinya, Ferry mengaku belum terpikirkan untuk menjadi oposisi. "Yang pasti kita selalu kritis di parlemen, karena tugas anggota dewan itu mengawasi setiap kebijakan pemerintah," ungkapnya.

Belum ada partai di Indonesia yang murni menjadi oposisi. "Kalau pun nantinya kita menjadi oposisi, bukan karena kami mengambek terus berada di luar pemerintahan," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera mengaku khawatir jika nantinya Partai Golkar akan mengganggu quota Kabinet SBY. "Golkar jangan sampai mengganggu kuota partai-partai koalisi," ucap Ketua Fraksi PKS Mahfudz Siddiq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat 10 Juli 2009.

PKS sangat menyadari bahwa meski tidak diminta Demokrat atau SBY, Golkar akan lebih mungkin menyeberang kembali ke kubu pemerintah daripada memilih berdiri di kubu oposisi. Menurut Mahfudz, itu sudah menjadi tabiat Golkar sebagai partai yang terbiasa berkuasa.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
gentleman
16/07/2009
Gentleman dikit napa sih golkar kemarin nyalon sendiri eh sekarang mau masuk lagi hiiiiii
Balas   • Laporkan
pembela kepentingan
11/07/2009
yah kan kemaren udah capek2 dukung SBY buat jadi presiden lagi masak gak ada timba balik, ini politik bung....bukan masalah haus kekuasaan apa tidak tapi bagaimana merebut kekuasaan untuk kejayaan ummat... begitu bung agung prasetyo
Balas   • Laporkan
bejo
11/07/2009
ya wajar to, kalo khawatir wong golkar itu culas, licik, picik, tidak punya etika, amoral, menipu rakyat indonesia puluhan tahun. sy heran koq masih banyak orang indonesia yang percaya ama golkar. introspeksi dong....vivanews...viva SBY..
Balas   • Laporkan
ayahfathimah
11/07/2009
Dimanapun di dunia ini namanya koalisi itu power sharing. Jadi wajar mitra koalisi menempatkan wakilnya di kabinet. Kalo calon presiden menilai orang2 partai mitra koalisinya tidak ada yg capable untuk duduk di kabinet ya sejak awal dia menolak dong koali
Balas   • Laporkan
luca
11/07/2009
Ga mungkin lah, teman seperjuangan yg "berdarah2" waktu pilpres kmrn ditinggalkan demi oportunis macam ini. Sudah terbukti betapa oportunisnya Golkar di 2004
Balas   • Laporkan
agung prasetyo
11/07/2009
wah wah wah koq sepertinya PKS haus kekuasaan yaa, tak kusangka PKS seperti ini
Balas   • Laporkan
udadoan
11/07/2009
semoga Presiden milihnya yang tepat dan tidak merongrong martabat Jabatan dan semoga hak ISTIMEWA dapat dipergunakan
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ