Politik

PKS Yakin, JK Tak Ikuti Langkah Mega

PKS yakin, langkah PDI Perjuangan ini tidak akan diikuti oleh Golkar.

Kamis, 16 Juli 2009, 09:34 WIB
Ismoko Widjaya
Presiden PKS Tifatul Sembiring. (VIVAnews/Tri Saputro)

Please install the Flash Plugin

VIVAnews - PDI Perjuangan sudah menyatakan sikap keras terhadap pelaksanaan Pemilu Presiden 8 Juli lalu. Diyakini, langkah PDI Perjuangan ini tidak akan diikuti oleh Golkar, sebagai pengusung capres-cawapres JK-Wiranto.

"Pak Jusuf Kalla saya kira tidak menolak, karena beliau sudah mengucapkan selamat kepada Pak SBY," kata Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, dalam perbincangan dengan VIVAnews, Kamis, 16 Juli 2009.

PDI Perjuangan memang tidak secara tegas menyatakan menolak Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif. PDI Perjuangan menilai bahwa Pilpres dan Pileg tidak berlangsung secara langsung, umum, bebas, jujur, dan adil.

"Ini kan pilpres sudah berlangsung dan KPU sedang melangsungkan penghitungan. Sebaiknya kita tunggu saja hasil resmi dari KPU," ujar tim sukses capres-cawapres SBY-Boediono.

Kemarin, Rapat Kerja Nasional VI PDI Perjuangan menghasilkan enam rekomendasi. Salah satunya rekomendasinya menyatakan Pemilu dan Pemilihan Presiden tak berlangsung langsung, umum, bebas dan rahasia (Luber) dan jujur adil (Jurdil).

"Karena banyak ditemukannya pelanggaran Pemilu termasuk kekisruhan DPT Pemilu legislatif dan presiden yang menyebabkan hilangnya hak politik rakyat. Sehingga tidak bisa memberikan suaranya dalam Pemilu maupun Pemilihan Presiden," kata Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung di Kantor Pusat PDI Perjuangan, Rabu 15 Juli 2009, kemarin.

ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Hendra. H
30/11/2009
Kenapa pada banyak yg ribut sih partai2 . selidiki kasus century apa uangnya benar2 di pake korupsi atau untuk sesuatu yg berguna untuk negara. selidiki aja dan jangan pada ribut. Kasian rakyat susah makan.
Balas   • Laporkan
yadi
30/07/2009
politisi kita pada demen ngomong...ky anak usia 3 tahun,,,kerjanya gak ada,,senengnya protessssss,,,mestinya..tanya aja secara acak,,siapa presdient yg pantesssss....klu dah gak dipercaya harusnya miiiiiiikkkkkkiiiir donkkkkkk
Balas   • Laporkan
da_QueeN
24/07/2009
budayakan SPORTIFITAS donkkk!!!!Rakyat makin sini makin pinter,,jstru dg cara2 kya gni bs jd bumerang buat mereka2 yg teriak2 mulu....!!!!
Balas   • Laporkan
da_QueeN
24/07/2009
budayakan SPORTIFITAS donkkk!!!!Rakyat makin sini makin pinter,,jstru dg cara2 kya gni bs jd bumerang buat mereka2 yg teriak2 mulu....!!!!
Balas   • Laporkan
Didit Prayudha
16/07/2009
Coba kalo yg menang no.1, ribut kah mereka (Baca: Mega Pro)?Contohlah sikap santun Pak JK!
Balas   • Laporkan
adella
16/07/2009
maka nya rakyat tak ada simpati,yang ribut DPT petinggi-petinggi nya ,rakyat mah senang hasil pemilu ini,jangan di cari-cari lagi permasalahan,kasihan lah rakyat indonesia.
Balas   • Laporkan
fadly
16/07/2009
partai besar tapi sipatnya kecil, kalah tak terima, alasan dicari-cari,...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ