Please install the Flash Plugin
VIVAnews - PDI Perjuangan sudah menyatakan sikap keras terhadap pelaksanaan Pemilu Presiden 8 Juli lalu. Diyakini, langkah PDI Perjuangan ini tidak akan diikuti oleh Golkar, sebagai pengusung capres-cawapres JK-Wiranto.
"Pak Jusuf Kalla saya kira tidak menolak, karena beliau sudah mengucapkan selamat kepada Pak SBY," kata Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, dalam perbincangan dengan VIVAnews, Kamis, 16 Juli 2009.
PDI Perjuangan memang tidak secara tegas menyatakan menolak Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif. PDI Perjuangan menilai bahwa Pilpres dan Pileg tidak berlangsung secara langsung, umum, bebas, jujur, dan adil.
"Ini kan pilpres sudah berlangsung dan KPU sedang melangsungkan penghitungan. Sebaiknya kita tunggu saja hasil resmi dari KPU," ujar tim sukses capres-cawapres SBY-Boediono.
Kemarin, Rapat Kerja Nasional VI PDI Perjuangan menghasilkan enam rekomendasi. Salah satunya rekomendasinya menyatakan Pemilu dan Pemilihan Presiden tak berlangsung langsung, umum, bebas dan rahasia (Luber) dan jujur adil (Jurdil).
"Karena banyak ditemukannya pelanggaran Pemilu termasuk kekisruhan DPT Pemilu legislatif dan presiden yang menyebabkan hilangnya hak politik rakyat. Sehingga tidak bisa memberikan suaranya dalam Pemilu maupun Pemilihan Presiden," kata Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung di Kantor Pusat PDI Perjuangan, Rabu 15 Juli 2009, kemarin.
ismoko.widjaya@vivanews.com