Politik
Ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton

Komisi Pertahanan Tinjau Lokasi Ledakan

Belum mengetahui apakah ledakan itu ada kaitannya dengan hasil pelaksanaan Pilpres.

Jum'at, 17 Juli 2009, 12:20 WIB
Siswanto, Anggi Kusumadewi
Ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Komisi I DPR akan meninjau lokasi ledakan yang terjadi di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Jumat 17 Juli 2008.

“Peristiwa ini tidak main-main. Ketimbang dampak fisik yang dihasilkan, dampak psikologisnya bagi masyarakat sangat kuat,” kata Yusron Ihza Mahendra, Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Bulan Bintang.

Anggota Fraksi Bulan Bintang itu menambahkan belum mengetahui apakah ledakan itu ada kaitannya dengan hasil pelaksanaan Pemilihan Presiden atau tidak. “Soal itu, tugas kepolisianlah untuk menyelidikinya,” kata dia.

Akan tetapi, Yusron mengatakan ledakan di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton tadi pagi itu akan memicu iklim ekonomi Indonesia kembali memburuk.

“Peristiwa ini amat disesali karena dampaknya akan sangat luas. Di mana rupiah bisa ambles, dan investor tidak mau masuk ke Indonesia,” katanya.

Apalagi, kata Yusron, tim sepak bola dunia Manchaster United akan datang ke Indonesia.

Jika sampai tragedi ledakan itu mengganggu kenyamanan tim sepak bola yang akan bertanding melawan tim sepak bola Indonesia akhir Juli ini, maka reputasi Indonesia jadi taruhannya.

“Dampaknya komunitas luar negeri, terutama dunia olahraga nanti tidak akan percaya lagi dengan Indonesia,” kata Yusron.

Yusron menambahkan efeknya peristiwa itu akan sangat negatif bagi Indonesia.

Yusron menjelaskan ledakan ini merupakan aksi terorisme. Tapi, Yusron tidak menjelaskan kelompok teroris yang dimaksud.

Dua ledakan itu telah mengakibatkan sembilan orang tewas, sebagian besar adalah warga negara asing. Sedangkan puluhan lainnya menderita luka-luka. Umumnya, korban adalah warga negara asing.

Pada 2003, Hotel JW Marriot itu juga pernah diserang bom mobil bunuh diri. Akibatnya 12 orang tewas dan mencederai 150 orang. Polisi mengatakan orang yang paling bertanggung jawab atas kejadian tahun 2003 itu ialah kelompok teroris Jamaah Islamiyah.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ