Politik
Ledakan di JW Marriot dan Ritz Carlton

Prabowo Tidak Terima Pernyataan Presiden SBY

"Itu terlalu berlebihan,” kata Prabowo Subianto di Yogyakarta.

Jum'at, 17 Juli 2009, 16:38 WIB
Siswanto
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Calon wakil presiden Prabowo Subianto mengritik pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengaitkan pemboman Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz dengan adanya ketidakpuasan dengan hasil Pemilihan Presiden.

“Kalau ada yang menyatakan dalang aksi teror itu orang yang sakit hati dengan hasil Pemilihan Presiden, itu terlalu berlebihan,” kata Prabowo di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, Jumat 17 Juli 2009.

Prabowo menilai pernyataan SBY itu tanpa pertimbangan matang dan terlampau buru-buru membuat kesimpulan. Padahal, proses penyelidikan terhadap peristiwa pemboman oleh aparat kemanan sedang berjalan.

Prabowo yang berpasangan dengan calon presiden Megawati Soekarnoputri merupakan salah satu pasangan yang sampai sekarang masih mempertanyakan keabsahan proses Pemilihan Presiden 8 Juli 2009.

Tim sukses pasangan Megawati dan Prabowo selama ini getol melaporkan berbagai indikasi kecurangan dan pelanggaran yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum dalam menyelenggarakan Pemilihan Presiden. Bahkan, mereka juga yang memperkarakan teleconference Presiden SBY dengan para kepala daerah sehari menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden karena diduga merupakan kampanye terselubung.

Prabowo menilai sangat tidak bijak jika ketidakpuasan terhadap hasil Pemilihan Presiden langsung dikaitkan dengan pemboman yang memakan korban jiwa sembilan orang itu.

“Mereka yang kecewa, termasuk saya dengan hasil Pemilu, tetap kami tempuh jalur hukum. Tapi bukan dengan cara itu (pemboman),” katanya. "Itu jauh di luar dari pemikiran kami yang kalah dan mempertanyakan hasil Pilpres.”

Paska pemboman, SBY langsung menggelar konferensi pers di Istana. Dia menyebut pemboman itu sebagai aksi teroris. Dia menduga tindakan ini terkait dengan hasil Pemilihan Presiden yang telah memenangkannya.

"Diketahui ada rencana tindakan kekerasan dan melawan hukum berkaitan dengan hasil pemilu," kata Presiden.

Laporan: Michael Aryawan | Yogyakarta

Berita Favorit:
1. RS Jakarta Diserbu Korban Bom Marriott
2. Bom Muara Angke Tewaskan Dua Orang
3. Presdir Holcim Indonesia Tewas
4. Manchester United Batal Datang ke Jakarta
5. Denny Selamat Saat Merenung di Toilet



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
ANNISA
18/07/2009
L.A.N.J.U.T.K.A.N.
Balas   • Laporkan
andi prasetyo
18/07/2009
ribut kok terusss,kapan majune
Balas   • Laporkan
tris
18/07/2009
Beliau bilang Gusdur Kalo Ngomong asal keluar, Eeeh dia sendiri ikut ikutan, ........./ biasa man
Balas   • Laporkan
Ngurah
18/07/2009
SBY seperti orang tidak bersekolah, menuduh keterkaitan Bom Pilpres. mana buktinya? mana pelakunya kok sudah berani ngomong seenaknya. klo memang ada bukti yg mengatakan bahwa ini karena pilpres tolong ungkapkan di publik. Rakyat udah bosan provokatif sep
Balas   • Laporkan
setyo
18/07/2009
Jangan cepat berburu sangka, coba unsut tuntas dulu baru buat pernyataan. Tentu lebih arif & bijaksanakan... Sekarang butuh ketenangan, kenyamanan & kerukunan, bukannya saling curiga.
Balas   • Laporkan
wahuri
18/07/2009
Serahkan pada ahlinya, jangan terlalu banyak berspekulas negatifi. toh sby adalah pilihan representatif masyarakat.
Balas   • Laporkan
abah
18/07/2009
dulu kan bapak pernah mengeluarkan statement ,bahwa indonesia bisa seperti iran pasca pemilu,dan masyrarakat jadi takut
Balas   • Laporkan
rudy h.
18/07/2009
Ada banyak komponen dalam masyarakat Ind. Ada banyak kepentingan dlm pemilu capres-cawapres kali ini. Bukan hanya kelompok partai politik saja. Masih banyak kelompok2 lain yg berpotensi menimbulkan kekacauan krn kemenangan sementara pasangan SBY-Budiono.
Balas   • Laporkan
Hanapie
18/07/2009
SBY jadi presiden anak TK aja.. apa2 di beberkan sungguh malu sy sebagai rakyat di pimpin ama org yg gak punya HARGA DIRI PRIBADI & BANGSA untung aja di contreng semua
Balas   • Laporkan
Budi
18/07/2009
SBY tidak asal berbicara, SBY berbicara berdasarkan data
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ