VIVAnews - Juru Bicara Presiden, Andi Mallarangeng, menyatakan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono perihal ledakan bom di JW Marriott dan Ritz Carlton tidak buru-buru. Pernyataan SBY yang kemudian dikecam kubu Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto itu dibekali data intelijen.
"Ada data intelijen," kata Andi di lokasi ledakan, Jumat 17 Juli 2009 malam. "Jangan buru-buru menyatakan tidak terkait," kata salah satu Ketua Partai Demokrat itu.
Menurut Andi, pernyataan Presiden itu wujud keinginan agar kasus pengeboman Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton diinvestigasi tuntas. Pernyataan presiden sama sekali tidak buru-buru. "Maka marilah semua dibuka dan temukan kebenaran," katanya.
Salah satu yang disinggung SBY dalam pernyataan di Kantor Presiden, diungkap bahwa ledakan bom ini mungkin terkait hasil Pemilu dan Pemilihan Presiden. Andi lalu menyatakan, pernyataan itu tidak spesifik menuduh satu pihak. "Pernyataan presiden sama sekali tidak menyudutkan siapa-siapa, mari semua diselidiki, dievaluasi, siapa berkaitan dengan apa, dan bagaimana," kata Andi.
Dan SBY pun tidak main-main dengan pernyataannya karena dibekali data intelijen. "Ini data intelijen yang langsung diberikan pada Presiden. SBY mengajak rakyat untuk waspada. Data intelijen istilahnya A1, sudah valid," kata Andi.
Sembilan korban tewas akibat dua ledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Jumat pagi ini. Sebanyak 61 orang korban luka dievakuasi dari lokasi ledakan dan 53 orang diantaranya menjalani rawat inap. Salah satu korban tewas adalah Presiden Direktur PT Holcim, Timothy McKay.
Olah ... Presiden kok statementnya kayak gitu. data intelejent kok diumbar. yang nonton bukan cuma rakyat Indonesia tapi juga masyarakat Internasional. Bingung jawabnya pas temen2 diluar negeri nanya, kok Presiden lo buka rahasia negara sih ? ... ini buka
ada kejanggalan selama pileg dan pilpres saya tidak ada razia polisi dijalan sedangkan razia adalah untuk mempersempit gerak teroris, apakah polisi over confident dengan keamanan negeri ini sehingga membiarkan momen pemilu tidak dijaga
Yang namanya data dari intelejen tdk pernah diungkap. ini yang kasih data intelejen aspal. Bahaya kalau intelejen kita model begini boss.......kabinet 2009 sebaiknya tidak usah dipakai lagi.
Mallarangeng....!!! mungkin sudah kelewatan pintarnya.... orang awam saja sdh dapat menangkap maksud pidato SBY... masa dikatakan lg tidak menuduh ke 2 capres lainnya..atau memang krn tidak menyebutkan nama ???
wahaiiiii..
Seandainyapun data intelijennya A1, apakah hal tersebut harus diungkapkan kepada masyarakat luas? Bukankah presiden tinggal perintahkan aparat keamanan utk menyelesaikannya?
Wahai para politisi,dan elite2 politik yg sedang memperjuangkan nasib rakyat,janganlah bikin bingung rakyat. Tiga bulan terachir rakyat sudah bisa 'membaca' mana pemimpin yg pantas untuk Indonesia
Rakyat sebagian besar masih awam dunia intelejen apalagi dibilang A1. Yang rakyat tahu Pak Presiden terkesan ada arah "menuduh" pihak-pihak tertentu. Bagi yang merasa "tertuduh" (karena rakyat juga tergiring ke sama dalam menyikapi pernyataan Presiden), s