Please install the Flash Plugin
VIVAnews - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pimpinan Ahmad Doli Kurnia menilai aksi pengeboman di JW Marriot dan Ritz Carlton sengaja merusak citra Indonesia di luar negeri. Karena, aksi itu terjadi sesaat sebelum kedatangan tim 'Setan Merah' Manchester United (MU).
"Tindakan keji ini jelas sebuah upaya untuk merusak citra Indonesia di mata internasional, karena terjadi tiga hari sebelum klub Manchester United datang ke Indonesia," kata Ketua KNPI, Ahmad Doli Kurnia dalam keterangan kepada VIVAnews, Sabtu, 18 Juli 2009.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI melihat ada pihak-pihak yang tidak senang terhadap situasi Indonesia yang kondusif. Doli juga meminta agar masyarakat atau siapa pun tidak berspekulasi, memberikan tuduhan, men-judge kelompok tertentu apalagi dikaitkan dengan isu agama.
"Aparat keamanan harus mengungkap aktor politik di balik gerakan yang mengancam akan membunuh Presiden SBY sebagai simbol negara. Karena bukan tidak mungkin kedua peristiwa tersebut memiliki korelasi antara satu dengan lainnya," ujar dia.
DPP KNPI mendukung langkah Presiden SBY yang telah bersumpah di depan dan atas nama rakyat Indonesia untuk segera menangkap aktor intelektual peledakan.
"Sebaliknya, kita harus menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah untuk mengambil langkah-langkah strategis, khususnya kepada aparat keamanan agar dapat bertindak cepat mengusut tuntas tragedi tersebut," ujar dia.
DPP KNPI, lanjut Doli, juga mengoreksi kinerja aparat keamanan, terutama intelijen agar bekerja lebih profesional agar tidak 'kecolongan' lagi di masa mendatang. "Kita berdoa semoga tragedi-tragedi serupa dijauhkan dari muka Ibu Pertiwi," ujar dia.