Politik
Pengumuman Hasil Pilpres 2009

SBY, JK Penuhi Undangan KPU, Mega Ogah Datang

Tidak ada kewajiban bagi pasangan pilpres untuk menghadiri pengumuman hasil pilpres KPU.

Sabtu, 25 Juli 2009, 06:03 WIB
Amril Amarullah
Capres Jusuf Kalla berbicara dalam Debat Calon Presiden 2 Juli 2009 (Antara/ Saptono)

VIVAnews - Hari ini, Sabtu 25 Juli 2009, pukul 10.00 Wib, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasil perolehan suara pemilihan presiden, dengan mengundang para calon presiden dan wakil presiden.

Dari undangan yang sudah disampaikan KPU, akan hadir calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, Jusuf Kalla-Wiranto, terkecuali Megawati-Prabowo menolak untuk hadir.

Dua tim sukses capres menyatakan akan memenuhi undangan KPU dalam pengumuman hasil pilpres 2009. "Insya Allah akan hadir," kata Anggota Pemenangan Nasional SBY-Boediono, Andi Mallarangeng, Jumat 24 Juli 2009.
 
Sementara JK-Wiranto juga sudah menyatakan akan memenuhi undangan KPU untuk hadir, sebagai bentuk sportifitas.

Berbeda dengan Megawati yang menolak untuk hadir, seperti yang dijelaskan Gayus Lumbun, Pasangan calon presiden dan wakil presiden, Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, dipastikan tidak hadir dalam penetapan suara hasil Pemilihan Presiden di kantor Komisi Pemilihan Umum, Sabtu 25 Juli 2009.

"Kami (tim advokasi) yang akan hadir," kata Gayus Lumbuun, Koordinator Tim Advokasi Megawati-Prabowo, dalam konferensi pers di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Jumat 24 Juli 2009.

Menurut Gayus tidak ada kewajiban bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk menghadiri pengumuman hasil suara Pemilihan Presiden.

Berbeda dengan penjelasan anggota KPU, berdasarkan Undang-undang 42/2008 pasal 158 ketiga pasangan calon presiden dan wakil wajib menghadiri pengumuman.

KPU telah mengundang ketiga pasangan calon dan hanya SBY-Boediono, dan JK-Wiranto yang bersedia hadir.

Selanjutnya, Gayus mengingatkan KPU bahwa acara besok itu hanya untuk menetapkan hasil rekapitulasi suara, bukan untuk menetapkan pemenang Pemilihan Presiden.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
andrianto
25/07/2009
besar pasak dari pada tiang, wajar saja jika kubu ini bersikeras untuk putaran ke 2, rakyat indonesia saja adem ayem, elit politik nya kebakaran jenggot. Dimana rasa kesadaran dan budaya ke timuran kita, apakah kita sudah tidak punya rasa ksatria dan rasa
Balas   • Laporkan
amrul sitompul
25/07/2009
Sombong, angkuh, dan arogan, itulah yang ada dalam diri calon pilpres, katanya seorang panutan bangsa, negara, dan masyarakat. Tapi kenyataanya omong kosong, yang ada keangkuhan, dan kesombongan yang tidak mau menerima kemenangan orang, kehebatan orang, d
Balas   • Laporkan
semprul
25/07/2009
saya jadi nggak ngerti sama mega-pro ini maunya apa sih ,rakyat ini sudah capek menurut Lembaga Survey mengenai pilpres yg nggak puas itu elit politiknya bkan rakyatnya .
Balas   • Laporkan
aswun
25/07/2009
mbah mega dan krunya, doa kami sebagai anak bangsa jangan mencari alasan untuk menolak kegagalannya. untuk mas prabowo jgn terbawa arus mbak mega, ingat mas punya peluang yang kuat untuk periode berikut bila santun. Kesantunan adalah bentuk jiwa kebapa
Balas   • Laporkan
aswun
25/07/2009
mbah mega dan krunya, doa kami sebagai anak bangsa jangan mencari alasan untuk menolak kegagalannya. untuk mas prabowo jgn terbawa arus mbak mega, ingat mas punya peluang yang kuat untuk periode berikut bila santun. Kesantunan adalah bentuk jiwa kebapa
Balas   • Laporkan
umar trisno
25/07/2009
Waktu dipanggil Bawaslu- mega hadir dan berpidato- al- ingin memberikan contoh bahwa kalau capres/cawapres dipanggil lembaga negara harus hadir unt memberi menghormati lembaga tsb. Koq sekarang gak mau hadir - contoh kenegarawan yg membuat bingung.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ