VIVAnews - Salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), tidak akan meminta jatah kursi menteri di kabinet mendatang. Sekalipun bila menteri agama berikutnya bukan lagi dari NU.
"Itu kan yang memproses bukan NU. Yang memproses presiden terpilih dengan partai-partai," kata Ketua PBNU, Hasyim Muzadi, mengisi seminar di hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan, Rabu 5 Agustus 2009.
Jadi NU dalam hal ini menyerahkan saja pada bagaimana mekanisme politik berjalan. Kalaupun nanti ada orang NU yang ditarik oleh presiden terpilih itu boleh saja karena merupakan hak prerogratif sang presiden.
Jika selama ini posisi menteri agama biasanya diisi oleh kader NU, Hasyim memang tak membantah. Tapi kata dia, NU tidak meminta. Ketika ditanya siapa tokoh NU saat ini yang menurutnya paling cocok jadi menteri agama berikutnya? Hasyim mengatakan belum bisa memberitahu.
"Kalau saya jadi presiden, sampeyan akan saya kasih tahu," ujarnya sembari terkekeh. Namun dia buru-buru menambahkan. "Yang cocok menurut saya kan belum tentu cocok buat presiden," kata Hasyim.
Apakah sudah ada kader NU yang minta restu? Hasyim menjawab belum ada. "Biasanya tunggu hari baik," jawab Hasyim.
ismoko.widjaya@vivanews.com