VIVAnews - Kader Golkar Aburizal Bakrie mengaku dalam pencalonannya sebagai ketua umum Golkar periode mendatang, sudah muncul isu-isu berkenaan dengan kampanye hitam.
Dia mengatakan, kampanye hitam itu disebarkan pihak-pihak tertentu untuk menjelek-jelekan dirinya.
"Ada yang bilang ke Dewan Pimpinan Daerah II, kalau tidak usah memilih dia (Aburizal). Karena dalam urusan Lapindo masih banyak yang susah," kata Aburizal dalam silaturahmi dengan keluarga korban lumpur Sidoarjo di Jalan Patra Kuningan, Jakarta, Minggu 6 September 2009.
Namun, Aburizal mengaku tidak perlu menanggapi isu-isu miring itu. "Ya biarlah, ini tidak perlu (ditanggapi)," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Gabungan Korban Luapan Lumpur kembali mendatangi rumah Keluarga Bakrie, di Jalan Patra Kuningan, Jakarta.
Tapi kedatangan ini tidak berkaitan dengan demonstrasi lumpur Sidoarjo, melainkan untuk mengucapkan terima kasih kepada keluarga Bakrie.
Sekretaris Gabungan Korban Luapan Lumpur Khoirul Huda mengatakan, kedatangan mereka untuk mengundang keluarga Bakrie hadir dalam syukuran dan muhassabah pada 9 September mendatang.
"Kami perwakilan korban lumpur mengundang keluarga Bakrie sebagai ucapan terima kasih," kata Huda dalam pertemuan dengan Aburizal Bakrie.
Huda mengatakan, kegiatan itu diadakan untuk menunjukkan ke publik sebenarnya banyak hal positif yang tidak terekspose oleh media dalam penanganan luapan lumpur itu. Bakrie dianggap sangat bertanggungjawab dan bisa menyelesaikan luapan lumpur Sidoarjo. Namun, hanya karena segelintir orang, citra Keluarga Bakrie selama tiga tahun masih negatif.
"Acara diselengarakan karena setelah 3 tahun, kejesahteraan kami sudah membaik," katanya.
Dalam pertemuan itu perwakilan korban luapan lumpur yang terdiri dari 18 orang mendoakan keluarga Bakrie agar bisa mendapatkan kelipatan rizki atas yang telah diberikan kepada korban lumpur.
"Kami menyampaikan undangan khusus ke keluarga Bakrie untuk bertemu langsung pada tanggal 9 bulan 9 tahun 09 (9 September 2009)," katanya. hadi.suprapto@vivanews.com