VIVAnews - Masyarakat berharap kabinet mendatang diisi orang profesional dan wakil partai dengan komposisi seimbang. Hanya 'segelintir' masyarakat yang menginginkan agar kabinet diisi politisi dari partai.
"Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap parpol sangat rendah," kata peneliti Institut Studi Arus Informasi (ISAI), Ahmad Faisol di Jakarta, Minggu 27 September 2009.
Hasil survei ISAI menunjukkan, sebanyak 46,2 persen responden menjawab latar belakang kabinet berasal dari kalangan profesional dan wakil partai. Sedangkan 40,1 persen lebih memilih kabinet diisi orang-orang profesional.
"Dan hanya 2,8 persen menjawab diisi dari parpol, dan 10,9 persen tidak menjawab," ujar dia.
Sementara 80 persen responden lebih mengharapkan kabinet mendatang menfokuskan isu ekonomi dibanding isu yang lain seperti politik, dan penegakan hukum.
"Ini menjadi persoalan bagaimana isu penegakan hukum berimbang, publik harapakan perhatian lebih untuk isu ekonomi," kata dia.
Survei ini dilakukan terhadap 1.300 pemilik telepon di 25 kota pada 17-24 September. Tingkat kepercayaan diperkirakan 95 persen dengan margin eror 3,5 persen.
Responden 65,8 persen berasal dar Jawa dan 34,2 persen dari luar Jawa yang terdiri dari 45,8 persen pria dan 54 persen wanita. Mayoritas pendidikan berasal dari SMA sebesar 45,6 persen.
Menurut Pengamat Politik Fadjroel Rahman, keinginan masyarakat yang menginginkan fokus ekonomi karena menginginkan pemerintah dapat mengurangi kemiskinan, ketimpangan sosial.
Ia berpendapat selain demokrasi politik, penting juga membangun demokrasi ekonomi, sosial, dan budaya.
ismoko.widjaya@vivanews.com