VIVAnews - Dua profesor, Prof Dr Ir Satryo Sumantri Brodjonegoro, guru besar Fakultas Teknik, Universitas Indonesia, dan Prof Dr Gunawan Sumodiningrat MEc, guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, diusulkan masuk kabinet 2009-2014. Kemudian satu pengajar Institut Pertanian Bogor, Dr Ir Anny Ratnawati, MS, yang mengajar pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen, diusulkan jadi Menteri Keuangan.
Menurut pengusul dari Forum Eks Aktifis 98 Nusantara (Forisnusa), Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono perlu memberikan kesempatan kepada figur-figur profesional nonpartai itu untuk duduk di kabinet. Keberadaan menteri-menteri nonpartisan akan menghindarkan kabinet dari situasi tersandera sepenuhnya oleh kepentingan politik.
"Menteri-menteri yang tidak terikat oleh parpol juga akan bekerja tanpa beban demi menyukseskan pemerintahan SBY-Boediono," kata Akuat Supriyanto, Sekretaris Jenderal Forisnusa, dalam siaran persnya ke VIVAnews, Senin 28 September 2009.
Meski berlatar akademisi, Satryo hingga saat ini menjabat Dirjen Pendidikan Tinggi pada Departemen Pendidikan Nasional. Gunawan pernah mengabdi sebagai Deputi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan sekarang menjadi Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Departemen Sosial. Sementara Anny juga Direktur Jenderal Anggaran pada Departemen Keuangan.
“Ibu Anny Ratnawati sangat pas untuk menduduki jabatan Menteri Keuangan, sementara Profesor Satryo dan Profesor Gunawan adalah orang yang mumpuni untuk menduduki jabatan Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Sosial. Keberadaan tiga orang itu di kabinet akan menjadi jaminan mutu bagi kinerja pemerintahan ke depan,” kata Akuat yang dulu berkuliah di Universitas Gadjah Mada itu.