VIVAnews - Nama Kuntoro Mangkusubroto selama ini kerap menghiasi pemberitaan yang berkaitan dengan rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh pasca tsunami 2004. Belakangan namanya kembali santer disebut-sebut. Ia merupakan salah satu orang yang ikut menggodok program 100 hari pemerintahan SBY-Boediono.
Kedekatannya dengan Boediono membuat orang berspekulasi ia akan masuk jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Sumber VIVAnews, Kamis 15 Oktober 2009 menuturkan, Kuntoro memang punya kans kuat masuk jajaran pembantu presiden.
Kuntoro memiliki kompetensi sebagai Menko Perekonomian. Namun persaingan di kursi itu sangat kuat. Kemungkinan, kata sumber itu, Kuntoro bakal menggantikan posisi Taufik Effendy selaku Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara.
Kuntoro yang lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, 14 Maret 1947 merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Pengalamannya di birokrasi tidak diragukan lagi. Kuntoro mengawali karirnya di lingkungan pemerintah saat dia menjadi staf ahli Menteri Muda Urusan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (UP3DN) pada 1983.
Sejumlah jabatan pernah ia duduki mulai dari Direktur Utama PT Tambang Batubara Bukit Asam (1988-1989), Direktur Utama PT Tambang Timah (1989-1994), Direktur Jenderal Pertambangan Umum, Departemen Pertambangan dan Energi (1993-1997), Deputi Bidang Perencanaan, Badan Kordinasi Penanaman Modal (1997-1998).
Hingga pada 1998, suami Tuti Hermiatin itu dipercaya menjadi Menteri Pertambangan Kabinet Pembangunan VII dan Menteri Pertambangan Kabinet Pembangunan Reformasi (1998-1999).
Lepas dari kabinet, Kuntoro tidak langsung didepak. Sejumlah posisi strategis di perusahaan negara pun ia pegang, seperti Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara dan akhirnya Kepala Badan Pelaksana Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara (2005).