VIVAnews -- Penyusunan Kabinet Presiden SBY periode 2009-2014 rupanya berimbas ke tubuh Kepolisian RI juga. Ini erat kaitannya dengan posisi Kepala Kepolisian RI. Menurut informasi yang diperoleh VIVAnews, Jenderal Bambang Hendarso Danuri, akan menggantikan MS Kaban sebagai Menteri Kehutanan.
Nah, kekosongan di pucuk pimpinan Polri itulah yang memang perlu diisi. Untuk kebutuhan itu, sumber VIVAnews menyebutkan, Presiden SBY menimbang-nimbang tiga jenderal bintang dua di kepolisian. Di antaranya adalah Inspektur Jenderal Nanan Sukarna yang saat ini menjabat Kepala Divisi Humas Mabes Polri.
Putra kelahiran Bandung, Jawa Barat, ini jebolan Akabri 1978. Lama berada di Sespri Kapolri semasa Jenderal Rusdiharjo memimpin di kepolisian. Kemudian dia ditugaskan ke Jawa Barat. Berturut-turut menjabat Kapolwil Purwakarta dan Kapolwil Bogor. Bintang satu di bahunya diperoleh ketika dia memimpin Interpol Polri.
Setelah itu dia ditunjuk menjadi Kepala Polda Kalimantan Barat, lalu menjabat Wakil Kepala Polda Metro Jaya. Selanjutnya didapuk ke Polda Sumatera Barat. Memimpin di Sumut tak sampai setahun, dia tersandung perkara demontrasi yang merenggut nyawa Ketua DPRD Sumatera Utara, Abdul Azis Angkat, pada 2008.
Sejak 13 Februari 2009, dia sempat masuk kotak menjadi Staf Ahli Kapolri. Lima bulan berselang bintangnya bersinar lagi. Hampir setiap hari wajahnya terlihat di televisi, maklumlah perwira tinggi berwajah tenang ini telah menjadi juru bicara polisi.
Selain Nanan, tersebutlah nama Kepala Polda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Timur Pradopo. Ini perwira tinggi yang seangkatan dengan Nanan. Bergudang pengalaman sudah dikantongi. Maklum selama 30 tahun berkarier, Timur telah menekuni beragam bidang tugas.
Misalnya, pria kelahiran Jombang 56 tahun lalu ini mengawali kariernya di Samapta di Polwiltabes Semarang, Jawa Tengah. Kemudian menjadi Kepala Seksi Operasi Poltabes Semarang. Pernah juga dia menjadi Kepala Polsek Kota Semarang Timur.
Kemudian agak menggeluti lalu lintas, menjadi Kepala Bagian Lantas Polwil Kedu. Lalu ditarik ke DKI Jakarta dan masih menggeluti dunia lalu lintas di Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat. Belakangan, kariernya kembali ke jalur kepemimpinan. Dia ditunjuk menjadi Kapolsek Sawah Besar, beberapa tahun kemudian dia telah memimpin di Polres Jakarta Barat, kemudian Jakarta Pusat. Di ujung reputasi perwira menengahnya dia adalah Kepala Pusat Pengendali Operasional Polda Jawa Barat pada 2000 dan Kapolwiltabes Bandung.
Selanjutnya namanya tenggelam, muncul lagi saat Jenderal Sutanto menjadi Kepala Polri. Timur ditugaskan menjadi Kepala Polda Banten, bintang satu bertengger di bahunya. Kemudian dia menjadi Kepala Polda Jawa Barat. Dia dikenal sebagai petinggi Polri yang sederhana. Petani di Jawa Barat sering terkaget-kaget karena tiba-tiba ada Kapolda di tengah sawah yang menyalaminya.
Satu lagi nama perwira tinggi yang masuk bursa calon Kapolri adalah Inspektur Jenderal Ito Sumardi. Dia kini sedang tanpa jabatan di Staf Ahli Kapolri. Banyak waktu senggang, dia menuntut ilmu dan berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum di Universitas Padjajaran, Bandung. Sebelumnya mantan Kepala Polwiltabes Surabaya ini pernah menjabat sebagai Kepala Polda Riau (2005-2006), kemudian menjadi Kepala Polda Sumatera Selatan. Dia sempat dituding membiarkan judi di Riau, namun ini tak terbukti.