Politik
Bursa Kabinet SBY

Ditawari SBY, Hanura Pilih Oposisi

"Kalau ada kader dalam pemerintahan akan mengurangi daya kritis kami."

Sabtu, 17 Oktober 2009, 14:12 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Eko Huda S
Ketua Umum Hanura Wiranto berkampanye di Serang (Antara/ Ismar Patrizki)

VIVAnews - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mengaku ditawari oleh Presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menempatkan kader di kabinet mendatang. Namun tawaran itu ditolak dan Hanura memilih beroposisi.

"Ketua umum dan jajaran pengurus DPP melakukan pertimbangan. Kemudian yang kita pilih ya ini, oposisi," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura, Akbar Faizal usai diskusi Trijaya FM bertajuk 'Menteri atau Oposisi' di Jakarta, Sabtu 17 Oktober 2009.

Namun demikian, Akbar menyatakan tidak tahu berapa jatah menteri yang ditawarkan kepada Hanura. "Tapi kami ditawari dan bahasanya silahkan memilih mana yang kami suka," kata dia.

Menurut dia, jika masuk dalam koalisi justru akan merugikan Hanura sendiri. "Kami kan kecil di parlemen, kemudian kami berada di dalam dan ternyata pemerintah itu serong dari janji awalnya, maka akan
merugikan kami," kata dia. "Kalau ada kader dalam pemerintahan akan mengurangi daya kritis kami," tambah dia.

Dia mengatakan meskipun jumlah wakil di parlemen sangat sedikit, Hanura tetap mengambil posisi oposisi. Pilihan itu, lanjut dia, ditujukan untuk menghormati para pemilih Hanura. "Kami jelas-jelas membela hati nurani, engga main-main dengan bahasa itu," kata dia.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ