Politik
Bursa Kabinet SBY

M Nuh Sulit Jalani Tes Kejiwaan

"Saya baru pertama kali mengerjakan tes ini, dan secara kejiwaan saya tidak sakit."

Minggu, 18 Oktober 2009, 14:42 WIB
Arry Anggadha, Syahid Latif
Sejumlah Calon Menteri Datangi Cikeas : Mohammad Nuh (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Menkominfo Muhammad Nuh mengakhiri tes kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. Nuh mengaku salah satu tes yang paling sulit adalah tes kejiwaan.

Menurutnya, dalam tes kejiwaan ini, dia harus harus mengerjakan soal sebanyak 567 pertanyaan tertulis. "Butuh waktu 1,5 jam untuk mengisi dan saya menjawab semuanya," kata Nuh usai tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Minggu 18 Oktober 2009.

Nuh menjelaskan, tes tersebut diperlukan guna mengetahui kondisi seseorang dilihat dari ketahanan terhadap tekanan psikologis, integritas kepribadian, dan kemungkinan adanya keanehan-keanehan pada diri orang yang diperiksa.

"Saya baru pertama kali mengerjakan tes ini, dan secara kejiwaan alhamdulillah saya tidak sakit," ujarnya.

Saat ditanya mengenai pos yang akan diduduki pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Nuh kembali mengelak. Menurutnya, dia tidak akan meminta untuk ditempatkan pada satu posisi tertentu karena menganggap hal tersebut 'saru' untuk dilakukan. "Tidak penting (posisinya) yang penting menteri saja," ujarnya.

Menurut Nuh, dirinya memperoleh panggilan untuk melaksanakan interview calon menteri pada Rabu malam lalu. Dari pertemuan kemarin, Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono memberikan arahan agar yang bersangkutan dapat membangun karakter bangsa dan budaya bangsa yang tidak harus selalu disandarkan pada kesopansantunan tapi juga intellectual curriosity.

"Kalau sudah sampai sini (pemeriksaan) ya sudah harus siap. Kalau tidak siap yang tidak sampai harus disuruh periksa kesehatan," ujar Nuh menanggapi optimisme menjelang penunjukan kabinet baru.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Priya Subrata
22/10/2009
Selamat ya Pak, kami hanya mengharap agar pendidikan negara kita ini tetap mwngacu pada Dasar Negara Kita Pancasila yang murni. Jadikan para pelajar kita sebagai calon pekerja yang trampil dan cerdas, bukan pandai tapi pemalas
Balas   • Laporkan
Mujianto
22/10/2009
Saya mohon Bpk. M. Nuh sebagai menteri pendidikan yang baru moga-moga sistem pendidikan ditinjau kembali. karena sistem pendidikan sekarang ini tidak berpihak kepada golongan masyarakat menengah kebawah faktanya sekarang orang-orang berduit saja yang bisa
Balas   • Laporkan
Misriandi
22/10/2009
Maju pendidikan Indonesia maju Indonesia
Balas   • Laporkan
Atheng
22/10/2009
Pak, Usul, dengar dengar Pelajaran Agama akan dimasukkan dalam UAN ya? Wah... kayaknya perlu diralat tuh Pak... Islam aja ada beberpa aliran, protestan lebih lagi.... sepertinya sangat tidak mungkin, ini akan melanggar undang2 untuk menjamin kemerde
Balas   • Laporkan
made
22/10/2009
M Nuh jadi mentri Pendidikan, saya yakin beliau dapat menjelankan tugasnya dengan baik, hal ini berdasarkan performma beliau selama ini. Perkembangan dunia pendidikan akan berkembang dengan IT yang memadai dan di barengi internet yang murah...he..he..he..
Balas   • Laporkan
M. Gultom.
21/10/2009
Jempol untuk Mendiknas. Mohon dibuat Curiculum Vitae-nya.
Balas   • Laporkan
barto
18/10/2009
Kita berharap begitu,..bp.tidak sakit kan?.. Ya mosok Menteri kok sakit, moga-moga juga jawab soal banyak nyang bener...ya pak.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ