VIVAnews - Datang paling belakangan membuat mantan Kepala Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Aceh (BRR Aceh) Kuntoro Mangkusubroto keluar paling akhir dalam rangka pemeriksaan kesehatan calon menteri yang dilakukan tim dokter dari RSPAD Gatot Subroto.
Kenapa Kuntoro datang belakangan? "Nasibnya begitu," jawab Kuntoro sembari tersenyum di Gedung Medical Check Up RSPAD, Jakarta, Selasa 20 Oktober.
Kuntoro lalu mengungkapkan, kedatangan ke Cikeas pada Sabtu 17 Oktober 2009 lalu sebetulnya bukan untuk tes wawancara, tapi hanya untuk keperluan menyerahkan berkas laporan kepada presiden.
Namun Kuntoro enggan menerangkan laporan apa saja yang disampaikannya kepada presiden. Yang pasti ia mengaku siap ditempatkan di mana saja. "Saya siap di mana saja," ujar Kuntoro.
Jubir Presiden Andi Mallarangeng mengatakan Kuntoro akan ditempatkan di posisi khusus. "Ada posisi tersendiri, presiden yang tahu," Andi, kemarin.
Meski begitu, Andi menegaskan bahwa posisi Kuntoro akan diplot menjadi pemimpin lembaga setingkat menteri. Tapi, Andi pun enggan menyebut posisi yang akan dijabat oleh Kuntoro ini.
Kuntoro merupakan salah satu orang yang ikut menggodok program 100 hari pemerintahan SBY-Boediono. Kuntoro yang lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, 14 Maret 1947 merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Pengalamannya di birokrasi tidak diragukan lagi.
Kuntoro memiliki kompetensi sebagai Menko Perekonomian. Namun persaingan di kursi itu sangat kuat. Kemungkinan, Kuntoro bakal menggantikan posisi Taufik Effendy selaku Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara. Tetapi, posisi Menteri PAN ini santer disebut akan dijabat oleh politisi Demokrat, EE Mangindaan.
Kuntoro mengawali karirnya di lingkungan pemerintah saat dia menjadi staf ahli Menteri Muda Urusan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (UP3DN) pada 1983.
Apakah Kuntoro akan menempati posisi untuk Pengelolaan Program Reformasi? Andi Mallarangeng hanya menjawab dengan senyuman.