VIVAnews - Tak terduga, nama Endang Rahayu Sedyaningsih disebut Menteri Kesehatan terpilih dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, menyingkirkan nama Nila Djuwita Moeloek.
Endang Rahayu Setyaningsih adalah staf Departemen Kesehatan, yang paling 'dekat' dengan Namru( The US Naval Medical Reseach Unit Two) atau Unit 2 Pelayanan Medis Angkatan Laut Amerika Serikat.
Dalam konferensi pers di rumahnya pagi ini, Endang membantah informasi yang mengatakan bahwa dia menjual specimen virus flu burung ke luar negeri.
"Apakah saya menjual specimen, tidak benar. Saya tidak menjual specimen," kata Endang di rumahnya di Jalan Pendidikan Raya III, Blok JJ 55 Kompleks IKIP Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis 22 Oktober 2009.
Endang juga membantah pernah meminta maaf kepada Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari yang sebelumnya jadi atasannya di Departemen Kesehatan. "Tidak benar," kata dia.
Sebelumnya, Siti Fadilah Supari mengatakan Endang pernah membawa virus ke luar negeri tanpa seijin dia. "Dia sudah minta maaf kepada saya, saya maafkan," kata Siti Fadilah, seperti ditayangkan tvOne, tadi malam. Namun, kejadian tersebut, kata Siti, membuat Endang dipindahkan dari pos sebelumnya.
****
Endang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (1979).
Setelah lulus strata 1 di FK UI, Endang pun meneruskan gelar master dengan spesialisasi Kesehatan Publik. Endang pun lulus dengan gelar Master of Public Health, pada Juni 1992 dari Harvard School of Public Health, Boston, Amerika Serikat.
Di tempat kuliahnya, Endang melanjutkan studinya. Pada Maret 1997, Endang pun mendapat gelar Doctor of Public Health, dari tempat yang sama, Harvard School of Public Health.
Selepas kuliah di FKUI, Endang sempat bekerja di Rumah Sakit Pertamina Jakarta, pada 1979-1980. Kemudian, pada 1980-1983, Endang berangkat ke Nusa Tenggara Timur. Di lokasi ini, Endang menjabat Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Waipare, NTT.
Lalu, dia berlanjut tugas kembali ke Jakarta. Endang dipercaya bertugas di Dinas Kesehatan Provinsi DKI pada 1983-1997. Tidak hanya di level lokal dan Tanah Air, karir Endang juga terbilang gemilang di kancah dunia.
Di Badan Kesehatan Dunia (WHO), Endang memegang peran penting. Dia menjabat penasihat teknis pada Departemen Penyebaran Penyakit dan Respons di Geneva, Swiss, tahun 1997-2006.
Karir Endang terus moncer, hingga menjadi koordinator riset Avian Influensa tahun 2006. Kini, Endang menjabat Direktur Pusat Riset dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Departemen Kesehatan sejak Februari 2007, sebelum akhirnya diangkat menjadi Menteri Kesehatan.