Politik
Kabinet Indonesia Bersatu II

Mer-C Nilai Endang Punya Catatan Buruk

Lagi-lagi soal virus. "Kami menolaknya, karena dia tidak aware terhadap virus."

Jum'at, 23 Oktober 2009, 13:49 WIB
Elin Yunita Kristanti, Aries Setiawan
Serah Terima Menteri Kesehatan : Endang Rahayu dan Siti Fadilah Supari (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Dipilihnya Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai Menteri Kesehatan oleh Presiden SBY menuai kontroversi bagi dunia kesehatan di Indonesia.
 
Presidium Medical Emergency Rescue Committe atau Mer-C, Jose Rizal Jurnalis mengaku tak setuju dengan pengangkatan Endang. Sebab, menurutnya Endang dinilai memiliki catatan buruk karena pernah membawa virus ke negara lain tanpa prosedur yang berlaku.
 
"Kami menolaknya, karena dia tidak aware terhadap virus," ujar Jose saat jumpa pers di kantor Mer-C, Jalan Kramat Lontar, Jakarta, Jumat 23 Oktober 2009.
 
Dikatakannya, Endang pernah menyerahkan virus flu burung (H1N1) kepada perusahaan farmasi swasta Amerika Serikat. Padahal, virus yang dibawanya tersebut untuk kepentingan bisnis farmasi swasta tersebut.

"Virus yang dibawanya akan dibuat vaksin, dan vaksin itu akan diperjualbelikan," katanya.
 
Sebaliknya Endang membantah kabar yang menyebutkan dia menjual virus pada pihak asing.

"Tidak betul, tidak betul saya membawa virus keluar. Tidak betul saya menjual virus itu ya. Yang betul saya melakukan penelitian bersama-sama dengan seluruh teman-teman," kata dia Kamis, 22 Oktober 2009.

Sebelumnya, mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari mengatakan Endang pernah membawa virus ke luar negeri tanpa seijin dia. "Dia sudah minta maaf kepada saya, saya maafkan," kata Siti Fadilah dalam perbincangan dengan tvOne, Rabu, 21 Oktober 2009.

Kasus itu jadi Alasan Siti Fadilah mencopot Endang dari jabatannya sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan.









• VIVAnews   |   Share :  
Rating